Pelatih Ingatkan Ginting Waspadai Kesalahan Sendiri

Pelatih Ingatkan Ginting Waspadai Kesalahan Sendiri Atlet bulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting. (antara)

Covesia.com - Kepala Pelatih Tunggal Putra Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Hendry Saputra mengingatkan Anthony Sinisuka Ginting untuk mewaspadai kesalahan-kesalahan sendiri yang dibuatnya ketika bertanding melawan pebulu tangkis dunia.

Terakhir, Ginting gagal mempersembahkan gelar pertamanya di tahun 2019 ini usai ditumbangkan rekan senegaranya, Jonatan Christie dalam pertandingan Final Australia Open 2019, Minggu (9/6) lalu.

Kendati begitu, Hendry mengakui kualitas permainan Ginting memang mempuni dan tidak diragukan lagi, namun pemain jebolan klub SGS PLN Bandung itu kerap tampil tidak konsisten dan sering membuat kesalahan sendiri yang membuatnya gagal meraih gelar di tahun ini.

"Saya suka bilang sama Anthony, standard dan kualitas dia bagus banget. Jangan lihat dia kalah menangnya sekarang, waktu di China Open 2018, banyak yang bilang dia tampil perfect, pemain masa depan, sekarang dia kalah jadi jelek? Tidak, dia bagus kok, tapi ada kelemahannya, mati sendirinya masih banyak," ujar Hendry dikutip laman PBSI, Selasa (18/6/2019).

 "Dia melakukan kesalahan yang tidak tepat waktunya, di angka-angka yang penting. Saya bilang, kamu harus lebih sabar, lebih ulet, lebih safe. Ini perlu, jadi kalau mengalami lagi, bisa digunakan senjatanya. Kalau sedang poin kritis, smash tipis-tipis, di-challenge hasilnya nol koma sekian mm ternyata out, itu sering terjadi," terangnya.

Anthony harus bisa memperbaiki kekurangannya tersebut karena ini merupakan persiapan awal untuk meningkatkan performanya. Hendry juga telah menyiapkan latihan dan program khusus untuk melatih fokus dan konsentrasi agar Anthony bisa mengurangi kesalahan-kesalahan sendiri saat bertanding.

"Ada latihannya kalau mau fokus dan ada faktor kecerdasan juga, ini sangat berpengaruh, saya nggak bilang nggak pintar, tapi kecerdasannya harus ditambah. Tidak boleh melakukan kesalahan, implementasinya harus dari latihan, feeling-nya dan cara-cara latihannya yang saya tidak bisa jabarkan di sini, latihan lebih safe," ungkap Hendry.

"Saya sudah diskusi sama Anthony, dia harus menyadari apa kesalahannya. Harus mengubah dan meningkatkan, contoh yang tadinya satu game 11-13 kali mati, bisa nggak di bawah 10? Saya rasa ini perjuangan, ini yang mesti dilatih. Coba dicek sama-sama, kalau Anthony menang satu game dengan satu pemain, pasti kesalahannya di bawah delapan kali, tapi kalau kalah, bisa 11 ke atas kesalahannya. Detilnya lagi 11 keatas itu matinya di mana? Di kanan apa di kiri? Di depan atau belakang?" tutur Hendry.

Meskipun demikian, Hendry mengaku optimis dan senang dengan peningkatan performa baik Anthony maupun Jonatan Christie. Jonatan berhasil meraih gelar di kejuaraan New Zealand Open 2019 dan Australia Open 2019.

Jonantan dan Anthony juga diharapkan mampu menjadi andalan Indonesia di ajang Indonesia Open 2019 yang akan dilangsungkan bulan depan di Istora Senayan, yakni pada tanggal 16-21 Juli 2019.

(dnq)

Baca juga: Jelang Indonesia Open 2019, PBSI Ingin Pertahan Gelar Tahun Kemaren

Berita Terkait

Baca Juga