Hentikan Osaka, Bencic Tantang Halep di Semifinal Madrid 2019

Hentikan Osaka Bencic Tantang Halep di Semifinal Madrid 2019 Belinda Bencic (Dok: WTA)

Covesia.com - Langkah petenis nomor satu dunia Naomi Osaka terhenti di perempat final Madrid Open setelah dikalahkan petenis Swiss Belinda Bencic 3-6, 6-2, 7-5, Kamis.

Kemenangan tersebut membawa Bencic bertemu unggulan ketiga Simona Halep di babak empat besar, setelah petenis Rumania itu menyisihkan unggulan sembilan asal Australia Asleigh Barty dengan skor ketat 7-5, 7-5.

"(Osaka) menempatkan saya di bawah banyak tekanan dan saya tidak mengejar awal yang sangat baik di awal pertandingan," kata Bencic setelah pertandingan, dikutip dari laman WTA, Jumat (10/5/2019).

"Pada set kedua, saya hanya berusaha bermain sedikit lebih agresif, lebih berani, berusaha lebih menekan dia dan lebih banyak mengejar pukulan-pukulan saya. Saya merasa itu sangat membantu."

"Saya juga mulai melakukan servis lebih baik," tambah Bencic. "Saya tidak tahu bagaimana saya membalikkannya. Saya hanya berusaha tetap bertahan, dan memainkan setiap bola dan entah bagaimana (keadaan) berbalik."

Soal Halep yang akan ia hadapi dalam perebutan tempat di final, Bencic bilang "Menurut saya (Halep adalah) pemain yang sangat solid, pemain hebat."

"Ia berada di posisi atas sangat lama dan spesialis tanah liat. Maka, ini akan menjadi, pasti, pertandingan yang sulit. Saya kembali mencapai lebih dari yang saya bayangkan dalam turnamen ini, dan dalam kasus itu, saya hanya akan bermain dengan sangat bebas dan sangat berani dan semoga memainkan pertandingan yang bagus besok," katanya.

Petenis lain yang juga melaju ke semifinal adalah unggulan delapan asal AS Sloane Stephens yang menundukkan Petra Martic 6-4, 6-3. Ini adalah kali pertama Stephens mencapai semifinal Madrid Open.

Sloane Stephens akan melawan Kiki Bertens pada semifinal setelah petenis Belanda unggulan tujuh itu menyingkirkan unggulan kedua Petra Kvitova dengan kemenangan 6-2, 6-3.

“Akan sulit melawan Sloane, kami bertanding di Singapura yang adalah pertandingan yang sangat sulit,” kata Bertens. “Ia adalah pemain hebat tentu, dan atlet besar, maka saya harus siap lagi dan bermain agresif ketika saya bisa. Dan memukul mengembalikan bola sebanyak mungkin.”

(ant/dnq)

Berita Terkait

Baca Juga