Kenapa Gol Tipuan Tendangan Sudut Liverpool di Sahkan Wasit, Berikut Penjelasannya

Kenapa Gol Tipuan Tendangan Sudut Liverpool di Sahkan Wasit Berikut Penjelasannya Bek Liverpool merangkul Divock Origi usai mengeksekusi tipuan tendangan sudut yang dilepaskan Trent Alexander-Arnorld dalam laga leg kedua semifinal Liga Champions bersama Barcelona, Rabu (8/5/2019) dinihari WIB (Dok: Liverpool)

Covesia.com - Liverpool baru saja memenangi laga melawan Barcelona dengan skor 4-0, namun banyak yang bertanya-tanya soal gol terakhir Liverpool yang dicetak oleh Divock Origi.

Gol terakhir The Reds datang dari umpan sepak pojok Trent Alexander-Arnold yang kemudian diteruskan oleh Divock Origi pada menit ke-79.

Tidak sedikit yang menganggap gol tersebut kontroversial lantaran para pemain Barcelona belum siap dan wasit belum meniup peluit saat tendangan pojok dilakukan oleh Alexander Arnold.

Nyatanya, wasit tetap mengesahkan gol tersebut dan Liverpool bisa memenangkan laga dengan skor 4-0, dan berhak lolos ke final Liga Champions.

Tendangan sudut yang dilakukan Trent Alexander-Arnold adalah sah menurut Laws of The Game IFAB (International Football Association Board) 2018-2019.

Hal ini tercantum dalam pasal 17 soal Tendangan Sudut.

Pada bagian Prosedur poin 3, berbunyi "Bola dalam permainan (in play) ketika ditendang dan secara jelas bergerak, tidak perlu meninggalkan area sudut.

Poin ini menunjukkan jika seorang pemain tak perlu menunggu peluit wasit untuk menendang tendangan penjuru.

Ini adalah kecerdikan Trent Alexander-Arnold dalam melihat peluang.

Bek berusia 20 tahun itu berlagak berjalan menjauhi sudut lapangan dan seperti akan diganti oleh Xherdan Shaqiri sebagai penendang.

Namun begitu bek Barca lengah, ia mengirim bola ke kotak penalti.

Divock Origi, dalam posisi tak terkawal, menceploskan bola dengan mudah ke gawang.

"Itu hanya aksi naluriah ketika melihat peluang," kata Arnold soal triknya yang dikutip dari laman UEFA, Rabu (8/5/2019).

Mantan pelatih Manchester United yang kini menjadi pundit, Jose Mourinho juga menyoroti buruknya cara bertahan Barcelona sehingga tercipta gol keempat.

"Gol keempat adalah jika anda pernah melihat pemain U-14, anda akan berkata 'anak itu tertidur, tidak ada mentalitas untuk bermain sepak bola, mereka harus belajar secara dasar," kata Mourinho.

"Bagaimanapun kita sedang melihat salah satu pertandingan terbaik di dunia dan kebobolan gol seperti itu menunjukkan pola pikir tim anda," tambahnya.

Kemenangan atas Barcelona ini membuat Liverpool berhak melenggang ke final Liga Champions dengan agregat 4-3.

Pada laga puncak, mereka akan menghadapi pemenang laga Tottenham Hotpsur versus Ajax Amsterdam.

(dnq)

Berita Terkait

Baca Juga