Jadi Saksi Kunci, Satgas Anti Mafia Akan Bantu Biaya Operasi Krisna Adi

Jadi Saksi Kunci Satgas Anti Mafia Akan Bantu Biaya Operasi Krisna Adi Ilustrasi

Covesia.com - Satgas Anti Mafia Bola akan membantu biaya operasi, Krisna Adi Darma Tama. Dia merupakan saksi kunci dalam skandal pengaturan skor di Liga 2.

Krisna Adi dihukum larangan bermain seumur hidup oleh PSSI masih menjalani rawat jalan setelah mengalami kecelakaan lalu lintas pada Desember 2018. Krisna harus menjalani operasi karena luka berat di bagian kepala. 

Krisna sendiri telah keluar dari RSUP Dr Sardjito sejak 8 hari lalu. Namun dia masih harus menjalani 2 kali operasi lagi.

Wakil Ketua Satgas Anti Mafia Bola, Brigjen Krishna Murti menjenguk Krisna di rumahnya di wilayah Balecatur, Kecamatan Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) siang tadi. Satgas berjanji akan membantu biaya operasi Krisna.

"Ya (Krishna atau perwakilan Satgas mau ke sini lagi), proses operasi selanjutnya Satgas mau membantu, baik materi atau dukungan moril. Dan itu pihak keluarga sangat berterima kasih karena sangat membantu untuk proses pemulihan Krisna," kata kakak Krisna, Johan Arga dikutip detik.com, Kamis (10/1/2019).

Johan menjelaskan, adiknya harus menjalani 3 kali operasi. Pertama sudah dilakukan sehari setelah Krisna kecelakaan pada 23 Desember 2018. Operasi pertama untuk pembersihan bagian dalam kepala karena pendarahan. 

"Kedua nanti rekonstruksi wajah, mungkin 2 pekan lagi, dan ketiga pemasangan kembali batok kepala 6 pekan lagi," jelas Johan. 

Oleh tim dokter, lanjut Johan, Krisna harus istirahat total selama satu tahun. 

Sebelumnya, Krisna merupakan pemain PS Mojokerto Putra dalam mengarungi Liga 2 musim lalu. Dirinya dijatuhi larangan bermain seumur hidup oleh Komdis PSSI karena terlibat pengaturan skor.

Nama Krisna Adi mencuri perhatian pada laga PSMP vs Aceh United pada babak 8 besar Liga 2 di Stadion Cot Gapu, Aceh, Selasa (19/11/2018).

Tendangan penalti yang dieksekusi Krisna Adi melenceng jauh dari gawang Aceh United dan menimbulkan banyak kecurigaan.

Kejanggalan itu membuat partai tersebut ditengarai telah tercampuri praktik pengaturan skor

Kala itu, PSMP yang hanya memerlukan hasil imbang pada laga tersebut untuk lolos ke semifinal, harus kalah 2-3 dari Aceh United.

Selain hukuman seumur hidup untuk Krisna Adi, Komdis PSSI juga menjatuhi hukuman tidak boleh berlaga di Liga 2 2019 kepada PSMP.

(ant/dnq)

Baca juga: Sanksi Larangan Beraktivitas Sepakbola Seumur Hidup untuk Vigit Waluyo

Berita Terkait

Baca Juga