Tim Sapuangin Bakal Jajal Sirkuit UNP di ajang KMHE 2018

Tim Sapuangin Bakal Jajal Sirkuit UNP di ajang KMHE 2018 Tim Sapuangin dari Institut Teknologi Sepuluh November di ajang Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2018 (Foto: Antara Sumbar/ Mario Sofia Nasution)

Covesia.com - Tim Sapuangin dari Institut Teknologi 10 November Kota Surabaya merupakan juara dunia Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) tingkat dunia yang digelar di London Inggris pada Juli tahun lalu.

Mereka berhasil menggondol juara di perlombaan mobil berkonsep urban dengan bahan bakar gasoline. Selain itu tim mereka keluar sebagai juara di ajang KMHE 2017 yang digelar di Surabaya dengan konsep mobil yang sama dan meraih lima trofi.

Pada kali ini, tim Sapuangin juga akan menjajal sirkuit yang ada di lingkungan Kampus Universitas Negeri Padang (UNP) dalam ajang KMHE 2018. Lomba kali ini sedikit berbeda karena mobil yang paling hemat dan ramah lingkungan yang akan jadi mobil terbaik.

Ketua Tim SapuanginVito Hanif mengatakan timnya datang ke sini untuk mempertahankan capaian sebelumnya dan menjadi yang terbaik di ajang KMHE 2018.

“Target ini tidak menjadi beban bagi kami tapi lebih memotivasi untuk berbuat lebih baik lagi. KMHE di UNP sedikit lebih berbeda sirkuit di sini lebih sempit sehingga memberikan tantangan lebih,” katanya.

Di perlombaan KMHE tingkat dunia tahun lalu, sembilan mobil paling hemat di dunia diadu untuk menentukan mobil yang paling cepat di sirkuit yang telah ditentukan. Alhamdulillah mobil Tim Sapuangin keluar sebagai yang terbaik.

Dalam pengujian sebelum KMHE 2018 ini, mobil Sapuangin Edvo 2 ini memiliki kecepatan 30 hingga 40 kilometer per jam, namun untuk peforma puncak kecepatanya mencapai 100 kilometer per jam. Sementara untuk jumlah bahan bakar, mobil ini dapat melaju hingga 500 kilometer dengan satu liter bahan bakar.

Terkait dengan komersialisasi, pihaknya masih belum ke arah tersebut karena konsep yang mereka miliki masih untuk perlombaan mobil. Namun sejauh ini pihaknya telah berkomunikasi dengan pemerintah seperti Kemenristekdikti dan Kemenpora agar riset mereka dapat digunakan oleh masyarakat.

“Sejauh ini respon pemerintah cukup positif dan kita berharap agar riset ini tidak hanya bagi pendidikan tapi juga dipergunakan oleh masyarakat secara luas,” kata dia.

(Ant/dnq)

Berita Terkait

Baca Juga