Kebhinekaan Lewat Barongsai, FOBI Dorong Bisa Masuk PON 2020 di Papua

Kebhinekaan Lewat Barongsai FOBI Dorong Bisa Masuk PON 2020 di Papua kontingen Sumbar II, saat tanding Barongsai Tradisional pada Kejurnas Federasi Olahraga Barongsai Indonesia, Jumat-Minggu (9-11/11/2018),di Padang, Sumbar

Covesia.com - Geliat olahraga barongsai di Indonesia kian berkembang pesat, bahkan di 22 provinsi di Indonesia telah terbentuk pengurus provinsi (pengprov) terhadap cabang olahraga prestasi tersebut.  Sebagai pembuktian awal, masuk dalam kategori Eksebisi saat PON 2016 lalu di Jawa Barat. Hal itu disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Barongsai, Dahlan Iskan, diwakili Sekjend PB FOBI, Xaverius saat pembukaan Kejurnas FOBI 2018 yang diikuti 13 Pengprov FOBI se-Indonesia di Padang, Sumbar.

Xaverius mengatakan, usaha menumbuhkembangkan olahraga barongsai di berbagai daerah tidak terlepas dari dukungan semua pihak, baik dari pemerintah daerah dan pusat. Tidak hanya itu saja, untuk menyambut PON 2020 yang akan diadakan di Papua, pengurus PB FOBI berusaha dan berjuang, sehingga tidak lagi dikatakan sebagai olahraga prestasi.

"Kami telah melawat ke Papua beberapa waktu lalu dan keterbukaan terkait olahraga ini disambut baik, bahkan Papua Barat akan membentuk kepengurusan FOBI di daerah. Ini adalah satu anugerah bagi kita semua dalam menyukseskan olahraga tanah air," kata Xaverius, di sela-sela pertandingan, Sabtu (10/11/2018).

Olahraga barongsai di Indonesia telah berdiri telah lama dan mengalami kefakuman selama 32 tahun. Hingga akhirnya kembali hadir dan menjadi anggota resmi cabang prestasi dan sudah dinilai sebagai kategori baik oleh kementerian olahraga termasuk KONI Pusat. "Buahnya telah ada dimana dapat masuk PON 2016 dalam kategori eksebisi dan saat ini perjuangan belum selesai untuk masuk PON 2020," ungkapnya.

Terkait hal ini, anggota DPR RI, Alex Indra Lukman yang turut hadir pada pembukaan Kejurnas FOBI 2018 di Padang. Ia mengatakan, memang sangat diperlukan kerja keras. Olahraga ini perlu dan harus menjadi perhatian, dukungan dari seluruh elemen. Karena, mengajarkan akan arti kata sportifitas terutama bagi generasi muda sebagai penerus bangsa.

Ia meneranngkan, FOBI sendiri dapat dilihat dari olahraga barongsai ada ke Indonesiaan. Dahulunya tradisi suku Tionghoa dan kini malah bukan lagi. "Tadi sama-sama kita lihat pesertanya, menunjukan olahraga barongsai ini kebhinekaan itu muncul sebuah toleransi, solidaritas, sportifitas, dimana segala keragaman ada di sana dan harus kita dukung semua," katanya.

Selaku tokoh di Sumbar sekaligus perwakilan rakyat di DPR RI, katanya, akan mendukung penuh agenda olahraga Barongsai dalam hal ini FOBI untuk dapat masuk dalam kategori tanding pada PON 2020 di Papua, "Kita berharap bukan lagi sebagai cabang prestasi, tapi benar-benar menjadi cabang olahraga yang merupakan aset bangsa dan memberikan kontribusi kepada daerah dibidang olahraga," ujar Alex, optimis.

Dukungan masuk PON 2020 di Papua, Wali kota Padang, Mahyeldi Ansharullah berjanji akan memberikan dukungan penuh, karena ini berdampak baik terhadap daerah. "Insya Allah, tahun 2020 nanti di Papua sudah masuk untuk dipertandingkan, ini harus kita dorong, kita fasilitasi di 2019. Karena untuk kota Padang cukup besar kedepannya (dampak-red)," kata Wali kota Padang, Mahyeldi.

Sekadar diketahui, perhelatan Kejurnas FOBI 2018 di Padang, Sumbar berlangsung sejak Jumat (9/11/2018) dan akan berakhir Minggu (11/11/2018). Sebanyak 13 provinsi di Indonesia mengirimkan kontingen atlet termasuk official pendamping untuk ikut dalam sembilan kategori laga tanding. Ketigabelas pengprov tersebut, yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumbar, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawat Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan dan Riau.

(ril/don)


Berita Terkait

Baca Juga