Irwan Prayitno: Warga Menolak Harga Ganti Rugi Pembebasan Lahan Tol Padang-Pekanbaru

Irwan Prayitno Warga Menolak Harga Ganti Rugi Pembebasan Lahan Tol PadangPekanbaru Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno (Foto: Fadil/ Covesia)

Covesia.com - Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno menegaskan bahwa pembangunan jalan tol Padang menuju Pekanbaru tetap dilaksanakan. Bahkan ia mengungkapkan pembangunan tol merupakan salah satu  program strategis nasional yang tidak bisa di hentikan begitu saja.

"Ini program strategis nasional, jadi tidak bisa begitu saja dihentikan karena pembebasan lahan belum selesai," ujar Irwan usai rapat dengan Forkopimda di Istana Gubernur Sumbar, Jumat, (09/11/2018).

Menurutnya, dalam pelaksanaan pembebasan lahan bisa saja terjadi masalah. Tetapi masyarakat tidak menolak pembangun tol, yang mereka tolak hanya uang ganti rugi yang telah ditetapkan appraisal. Menurut mereka harga tersebut tidak sesuai dengan kondisi tanah.

"Harga yang direkomendasikan dari appraisal berada di bawah Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP) per meter minimal Rp 36 ribu dan tertinggi Rp 279 ribu per meter. Sedangkan masyarakat meminta lebih dari itu. Oleh sebab itu, kita akan upayakan peninjauan harga kembali ke pemerintah pusat," sebutnya. 

Sementara itu, untuk  STA 200 dengan luas 33 meter persegi, terdata NPOP Rp 614.000/m2 sementara appraisal hanya menetapkan  Rp279.818/m2. Selanjutnya peta bidang 00014/STA 200 terdata NPOP Rp614.000/m2 sedangkan appraisal hanya Rp97.692/m2.

"Ketetapan appraisal ini yang mereka tolak, saat ini Bupati Padang Pariaman dan tim juga tetap melakukan sosialisasi terkait harga ganti rugi tanah kepada masyarakat, kemudian ada juga untuk satu bidang tanah dua hingga hingga tiga nama pemilik, ini yang sedang diusahakan," sebutnya.

Sementara itu, Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni menyebutkan bahwa, sebelum Presiden Joko Widodo melakukan peletakan batu pertama pembangunan tol Padang - Pekanbaru, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan ketika itu masyarakat setuju pembangunan tol diadakan di Padang Pariaman.

" Sampai sekarang kita sudah buka jalan sepanjang  2,4 kilometer dengan lebar 60 meter. Namun satu rupiah pun belum ada masyarakat yang menerima uang ganti rugi, jadi bukan masyarakat menolak pembangunannya tetapi mereka meminta harga yang lebih rasional. Masyarakat juga tidak mematok harga, mereka minta harga  jangan lah murah dari tahun 2013 dan 2015," sebutnya.

(dil)

Berita Terkait

Baca Juga