Bukan Egy, Witan Sulaeman Menjadi Pemain Paling Berbahaya Bagi Timnas Taiwan

Bukan Egy Witan Sulaeman Menjadi Pemain Paling Berbahaya Bagi Timnas Taiwan Selebrasi Witan Sulaeman (kanan) usai membobol gawang Taiwan dalam laga matchday pertama Grup A Piala AFC U-19 2018 (Dok: AFC)

Covesia.com - Saat Timnas Indonesia U-19 mengalahkan Taiwan 3-1 pada laga matchday pertama Grup A Piala Asia Kamis malam kemaren, dalam laga itu mencuat satu pemain yang menjadi perbincangan publik dalam skaut Indra Sjafri itu.

Nama tersebut bukan lah Egy Maulana Fikri yang saat ini bermain di Eropa (Polandia), melain pemain muda jebolan SKO Ragunan, Witan Sulaiman.

Pemain yang baru berusia 17 tahun itu menorehakan dua gol dan satu assist yang membuat Timnas Indonesia sementara memuncaki Grup A. 

Pemain yang memiliki tinggi 167 cm itu memiliki sikap ramah dan murah senyum, namun trengginas saat kakinya menginjak lapangan hijau. Buktinya Taiwan menjadi korban gelandang serang Timnas Indonesia itu.

Di laga itu, Witan yang diturunkan di sisi serang kiri menjadi ancaman berbahaya bagi pertahanan Taiwan hampir sepanjang pertandingan. Apalagi, Egy Maulana yang sejatinya menjadi andalan utama pendobrak lini belakang lawan sulit bergerak karena selalu dijaga setidaknya oleh dua pemain Taiwan saat mendapatkan bola.

Gol pertama yang dipersembahkan oleh Egy Maulana Vikri di menit ke-50 terjadi setelah Egy memanfaatkan umpan silang Witan Sulaeman.

Witan lalu mencetak gol pada menit ke-71 melalui sundulan dan gol keduanya ditorehkannya pada di menit ke-89. Sementara gol Taiwan dibuat pada menit ke-52 oleh Wang Chung-Yu.

Kemenangan itu membuat Indonesia untuk sementara memimpin Grup A dengan keunggulan selisih gol dari peringkat dua Uni Emirat Arab yang menaklukkan Qatar 2-1 di laga sebelumnya.

"Sulit menemukan kesalahan pemain ketika dia mencetak dua gol dalam satu pertandingan. Namun penampilannya tetap akan dievaluasi," sanjung sang pelatih Indra Sjafi mengomentari performa Witan.

Pelatih timnas U-19 Taiwan Von Ca Nhum juga "angkat topi" untuk Witan. Menurut dia, Witan merupakan pemain yang sukar dihadang secara "man to man".

Hal tersebut terlihat dari ketiga gol ke gawang Taiwan akibat "ulah" pemain bernomor punggung delapan itu. Semuanya terjadi kala pemain Taiwan memberikan Witan ruang untuk bergerak di sekitar kotak penalti.

"Dia sangat cepat dan tajam," sanjung Von Ca Nhum.

Dicegat awak media ketika berjalan di "mixed zone" SUGBK, Witan menanggapi dengan rendah hati dua gol dan satu assistnya ke gawang Taiwan.

"Tidak penting siapa yang mencetak gol, yang penting tim menang," tutur pesepak  bola kelahiran 8 Oktober 2001 itu, sebagaimana yang dikutip Antara, Jumat (19/10/2018).

Witan menilai masih banyak yang harus diperbaiki di laga berikutnya Grup A menghadapi Qatar, Minggu (21/10). Sering kali masih buru-buru dalam menyerang menjadi titik evalusi penting menurut dia.

"Namanya jiwa masih muda, terkadang kami tidak sabar ingin cepat-cepat mencetak gol," ujar Witan.

Sebelum kembali ke bus merah tim nasional Indonesia yang sudah menunggu, Witan dengan mantap ingin mempersembahkan dua golnya untuk korban bencana gempa bumi serta tsunami di Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah, termasuk keluarganya yang memang tinggal di Palu.

"Dua gol itu untuk masyarakat Indonesia, khususnya untuk keluarga di Palu dan semua korban bencana di Sulawesi Tengah," tutupnya.

(ant/dnq)

 Baca juga: Meski Menang, Indra Sjafri Kritik Lini Depan Timnas U-19

Berita Terkait

Baca Juga