Cabor Berkuda, Indonesia Gagal Mendulang Medali

Cabor Berkuda Indonesia Gagal Mendulang Medali Ilustrasi cabor berkuda Asian Games 2018 (Dok: Inasgoc)

Covesia.com - Indonesia gagal menyabet medali di cabang olah raga berkuda Asian Games 2018 untuk kompetisi nomor disiplin Tunggang Serasi (dressage) Beregu atau "Team Prix St-Georges".

Dalam kompetisi yang digelar di Jakarta International Equestrian Park (JIEP) Pulomas, Jakarta, Senin (20/08/2018), Indonesia hanya mampu bertengger di posisi empat dari lima negara yang bertanding untuk disiplin tersebut.

Dilansir dari situs resmi Inasgoc di Jakarta, Medali emas untuk Tunggang Serasi Beregu Asian Games 2018 diraih oleh Jepang yang mengumpulkan total skor tertinggi yaitu 69,499 persen.

Jepang mengungguli Korea Selatan yang mendapatkan medali perak dengan total skor 68,440 persen dan Thailand memperoleh medali perunggu dengan total skor 66,715 persen.

Sementara itu, Indonesia yang berada di urutan keempat hanya mampu menorehkan total skor 66,606 persen dan Chinese Taipei berada di urutan terbawah dengan total skor 64,009 persen.

Atlet Indonesia yang tergabung dalam Tunggang Serasi Beregu antara lain Njoto Dewi Kunti Setiowati, Dara Ninggar Prameswari, Nadya Allegra Zax, dan Larasati Iris Rischka Gading.

Skor atlet tertinggi dari regu Indonesia diperoleh Larasati Gading yang berlaga bersama dengan kuda Calaiza T. Atlet berkuda senior Indonesia itu menorehkan total skor 69,146 persen.

Menyusul Larasati, Dara Ninggar Prameswari bersama kuda Commodore memperoleh total skor 65,734 persen, Njoto Dewi Kunti Setiowati dan kuda Diamond Boy 8 mendapatkan total skor 65,734 persen.

Sementara Nadya Allegra Zax bersama kuda Bique-Bique Cedros hanya mampu menorehkan total skor 63,175 persen. Skor yang diperoleh Nadya tidak masuk dalam hitungan total nilai untuk beregu.

Kompetisi Tunggang Serasi Beregu sendiri dinilai oleh lima juri yaitu Maria Eleanor Schwennesen (Australia), Peter Johannes Holler (Jerman), Freddy P.H. Leyman (Belgia), Susan Wendy Hobson (Selandia Baru), Elisabeth Max-Theurer (Austria).

(dnq)

Berita Terkait

Baca Juga