PSSI Jatuhi Sanksi Berat pada PSIR Rembang

PSSI Jatuhi Sanksi Berat pada PSIR Rembang Liga Indonesia

Covesia.com - Komisi Disiplin (Komdis) PSSI akhirnya memberi sanksi pada tuan rumah PSIR Rembang. Sanksi diputuskan melalui sidang Komdis Rabu, 9 Mei 2018 kemarin. Hasil sidang ini baru dirilis Jumat (11/5/2018).

PSIR Rembang menjadi tim terbanyak menerima sanksi. Dijatuhkannya sanksi, lantaran terjadinya rusuh saat penyerang Semen Padang FC, Mardiono berhasil menjebol gawang PSIR Rembang di detik detik pertandingan akan berakhir. Gol tersebut juga menyebabkan kemenangan Semen Padang, Sabtu 28 April 2018 lalu.

Tak tanggung tangggung, ada 6 sanksi yang harus diterima oleh PSIR Rembang. Sanksi dijatuhkan pada Panitia Pelaksana PSIR Rembang dengan hukuman bermain di tempat netral dan denda Rp 50 juta. Panitia, dianggap gagal memberikan rasa aman dan nyaman.

Sanksi juga dijatuhkan pada Manager PSIR Rembang Heri Kurniawan dan Asisten Manager, Bayu. Heri Kurniawan dan Bayu dianggap memulai keributan dan mengejar wasit.

Heri Kurniawan dikenakan sanksi larangan beraktifitas selama 6 bulan dan denda Rp37.5 juta. Sedangkan, Bayu juga kena sanksilarangan beraktifitas selama 6 bulan dan denda Rp 25 juta.

Sanksi juga diberikan pada Kitman PSIR Rembang, Kusrin dan Lis lantaran mendatangi dan mengintimidasi wasit. Masing masing mereka dikenakan sanksi larangan mendampingi tim sebanyak 4 pertandingan dan denda Rp20 juta.

Hukuman juga dijatuhkan pada asisten pelatih PSIR Rembang Agus Bambang dan Johan. Mereka juga dianggap masuk ke dalam lapangan mengejar wasit dan mencoba melakukan pemukulan. Masing-masing juga mendapat hukuman larangan mendampingi tim sebanyak 4 pertandingan dan denda Rp 20 juta.

Dalam sidang kali ini, Komdis PSSI juga memberikan sanksi pada Panitia Pelaksana Pertandingan Persebaya Surabaya,  Oktafianus Fernando (Pemain Persebaya), Hendro Siswanto (Pemain Arema FC). Mereka dikenakan sanksi dalam pertandingan Persebaya Surabaya versus Arema FC  di Liga 1, Minggu, (6/5 2018) lalu. Jumlah denda Persebaya Surabaya mencapai Rp410 juta.

(ykl)

Berita Terkait

Baca Juga