Indonesia Jadi Pasar Baru Kejuaraan MMA Internasional

Indonesia Jadi Pasar Baru Kejuaraan MMA Internasional petarung, Anthony Engelen melakukan timbang badan sebelum turun pada kejuaraan tarung bebas (MMA) Brave Fighter di Balai Sarbini Jakarta, (antara)

Covesia.com- Indonesia dinilai sebagai salah satu pasar terbesar kejuaraan tarung bebas (mixed martial arts/MMA) internasional mengingat banyak federasi kejuaraan tersebut mulai melebarkan sayap dengan menggelar pertarungan di Tanah Air.

"Memang benar. Indonesia memang menjadi pasar. Ini menunjukkan bahwa MMA mulai masuk ranah industri," kata Ketua Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) Noor Aman di sela timbang badan Brave Fighter di Jakarta, Kamis (10/5/2018).

Kejuaraan MMA internasional yang sudah masuk Indonesia adalah One Championship. Namun saat ini datang Brave Fighting yang dibentuk oleh Pangeran Bahrain, Sheikh Khalid bin Hamad Al Khalifa dan membawa petarung intenasional ke Indonesia.

Sesuai dengan rencana, petarung dari 15 negara bakal unjuk kemampuan pada kejuaraan tarung bebas yang diselenggarakan di Balai Sarbini, Jakarta, Jumat (11/5), yang di antaranya Belanda, Rusia, Yordania, Aljazair, Polandia, Malaysia, Bahrain, Amerika Serikat, Brazil, Inggris Raya, Selandia Baru, Australia, Filipina, dan Indonesia.

Kehadiran Brave Fighter di Indonesia merupakan yang pertama di Asia Tenggara. Penyelenggaraan tarung bebas yang berlangsung di Jakarta ini menjadi edisi ke-12 berdasar rencana promosi global tarung bebas.

"Perkembangan MMA di Indonesia justru lebih pesat dibandingkan tinju yang dulu sempat populer. Awal tahun depan ada lagi yang akan masuk ke Indonesia. Yang jelas semuanya harus sesuai aturan yang berlaku," kata Noor Aman.

Pada laga pertama di Indonesia itu ada 12 pertandingan internasional dan dua partai lokal Indonesia. Partai utama kejuaraan ini akan mempertemukan petarung asal Rusia, Eldar Eldarov melawan wakil Belanda, Brian Hooi pada kelas ringan.

Promotor Brave Fighter asal Indonesia, Surya Adiwijaya Soepono menjelaskan, tujuan dari kegiatan tersebut selain untuk meraih prestasi juga untuk mempererat hubungan antarnegara yang ikut tergabung.

"Kami menginginkan event ini berlangsung rutin. Semoga kerja sama ini terus belanjut," katanya saat dikonfirmasi.

Pada timbang badan di Hotel Santika Jakarta ini juga hadir mantan petinju andalan Indonesia, Chris John. Petinju asal Semarang ini menilai perkembangan MMA di Indonesia memang pesat dan pihaknya juga petarung Indonesia juga layak untuk bersaing.

(ant/jon)

Berita Terkait

Baca Juga