Ikut Yuk, Ada Lomba Vlog Objek Budaya untuk Pelajar Nih

Ikut Yuk Ada Lomba Vlog Objek Budaya untuk Pelajar Nih Rapat persiapan lomba vlog objek budaya untuk pelajar

Covesia.com - Program Sosialisasi 10 Objek Budaya yang termaktub dalam UU No 5 Tahun 2017 kembali dilakukan Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumatera Barat. Kali ini bentuknya adalah Lomba Vlog. Peserta yang dipilih kali ini merupakan siswa SMA/sederajat. Namun, wilayahnya mencakup Sumatera Barat, Sumatera Selatan dan Bengkulu. Ketiga daerah merupakan koloni kerja dari BPNB.

Calon peserta cukup membuat video berdurasi maksimal 120 detik mengenai objek budaya yang ada disekitarnya seperti tradisi lisan, seni dan bahasa. “Kami beranggapan siswa adalah sasaran yang tepat untuk lomba ini. Akan ada pencarian yang menantang dihadapi peserta,” ujar Sofiani Rozalina, Panitia Lomba. “sekaligus memberi keluasan pengetahuan tentang budaya pada pelajar.”

Namun, menemukan format yang pas juga tidak mudah. Saat pertemuan juri beberapa waktu lalu, juri dan panitia mesti menemukan kata sepakat. Perdebatan terjadi dalam hal bagaimana cara yang lebih efektif untuk menghambat terjadi kecurangan semisal karya video dibuatkan oleh gurunya.

“Hal ini masih banyak terjadi pada lomba-lomba seperti ini,” ujar Donny Eros, salah seorang juri dalam pers rilis yang diterima covesia.com, Rabu (2/9/2020).

Makanya, beberapa persyaratan lebih ditebalkan. Semisal nanti akan ada presentasi peserta. Ini akan dilakukan melalui platform Zoom. “Cara ini memang tidak akan seratus persen menghilangkan kecurangan intelektual, tapi itu cara paling efektif saat ini,” lanjut Dosen Fakultas Ilmu Budaya ini. Ia juga melihat dengan presentasi akan bisa dibaca sejauh mana peserta menguasai bahannya. “Akan terlihat sekali dari gerak tubuhnya.”

Pertemuan juri juga persoalan mendasar seperti, apa itu Vlog. Karena yang terjadi selama ini Vlog disamakan dengan berita video. “Vlog ini blog yang divisualkan. Jadi butuh narasi gambar yang lebih padat. Gambar harus sudah berbicara tanpa perlu narator yang banyak,” ujar S Metron Masdison, yang juga diminta jadi juri. 

Sulih suara juga dijadikan pembicaraan, menurut Budi Eka Putra, Juri III, memakai musik, bunyi dan lain-lain juga akan menimbulkan masalah. “Kami ingin peserta menaati aturan hak cipta. Konsekuensinya jelas. Apabila menang tapi ada tuntunan, kemenangan peserta bisa dianulir,” ujar Budi, yang juga pegawai BPNB ini.

Masuknya pegawai BPNB ini agar konten-konten objek budaya bisa difokuskan. “Jadi, keketatan terhadap objek bisa divalidasi,” ujar Sofiani.

Pengiriman karya dibatasi sampai 25 September. Info lomba bisa ditelusuri di Instagram @bpnbsumbar. 

(ril)


Berita Terkait

Baca Juga