Soal Keberatan Gerindra Terhadap Status Tersangka Indra Catri, Ini Respons Mabes Polri

Soal Keberatan Gerindra Terhadap Status Tersangka Indra Catri Ini Respons Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setiyono (Foto: Bil Wahid/detikcom)

Covesia.com - Partai Gerindra menyatakan keberatan atas status tersangka yang dilekatkan kepada Bupati Agam, Indra Catri oleh Polda Sumbar atas dugaan ujaran kebencian terhadap anggota DPR RI, Mulyadi. Atas keberatan tersebut, Gerindra melayangkan surat keberatan kepada Kapolri melalui Bareskrim Mabes Polri. 

Dengan keberatan tersebut, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan bahwa pihaknya mempersilahkan jika ada pihak-pihak yang keberatan dengan penetapan Bupati Agam sebagai tersangka atas kasus dugaan ujaran kebencian terhadap anggota DPR RI asal Sumbar, Mulyadi.

"Kalau surat keberatan itu dikirim ke Bareskrim Polri, tentunya hal tersebut akan dipelajari oleh Kabareskrim dan dimintakan klarifikasi kepada penyidik Polda Sumbar," kata Awi saat dihubungi melalui sambungan seluler, Selasa (11/8/2020) malam.

Pihaknya berharap bahwa penyidik Polda Sumbar tidak terpengaruh dengan politik terkait penetapan status tersangka kepada Indra Catri, sehingga dalam menetapkan tersangka (melalui mekanisme gelar perkara) tentunya berpedoman kepada terpenuhinya unsur-unsur delik baik formil maupun materil terhadap pasal yang disangkakan.

"Semua keberatan atau keluhan masyarakat pasti kami terima, namun tetap akan diklarifikasi kebenaran keluhan tersebut," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Polda Sumbar menetapkan Bupati Agam Indra Catri dan Sekdakab Agam Martias Wanto sebagai tersangka kasus dugaan kebencian dan pencemaran nama baik terhadap anggota DPR RI Mulyadi.

Penetapan tersangka itu setelah polisi melakukan gelar perkara pada Jumat, 7 Agustus 2020 di Mapolda Sumbar. Mereka ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan surat penetapan nomor 32/VIII/2020/Ditreskrimsus dan nomor 33/VIII/2020/Ditreskrimsus tanggal 10 Agustus 2020.

"Kasusnya sudah P-21 setelah dilakukan pendalaman, termasuk meminta keterangan saksi yang berjumlah 18 orang. Ada saksi ahli IT, bahasa, kriminal, hasil pemeriksaan di Laboratorium Forensik di Bareskrim Mabes Polri," kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto.

(agg)

Berita Terkait

Baca Juga