Keberatan Soal Status Tersangka Bupati Agam, Ketua Gerindra Sumbar Layangkan Surat ke Kapolri

Keberatan Soal Status Tersangka Bupati Agam Ketua Gerindra Sumbar Layangkan Surat ke Kapolri Bupati Agam Indra Catri

Covesia.com - Ketua DPD Gerindra Sumatera Barat, Andre Rosiade menegaskan Partai Gerindra sangat keberatan dengan penetapan status tersangka Bupati Agam, Indra Catri soal dugaan ujaran kebencian anggota DPR RI, Mulyadi. Keberatan tersebut, ditandai dengan melayangkan surat keberatan kepada Kapolri, Idham Aziz melalui Bareskrim Mabes Polri.

"Kami sudah mengetahui informasi penetapan Pak Indra Catri sebagai tersangka oleh Polda Sumbar. Penetapan tersangka ini, kami dari Gerindra menyatakan keberatan," sebut Andre Rosiade, Selasa (11/8/2020) malam.

Dinilainya, penetapan tersangka Indra Catri ini bisa mencederai demokrasi yang sedang berlangsung. Pasalnya, penetapan tersangka menjelang Pilgub berlangsung. Ditambah lagi, Indra Catri secara sah sudah ditetapkan oleh Gerindra sebagai calon wakil gubernur sumbar yang akan berkompetisi pada 9 Desember 2020 mendatang.

Atas keberatan ini, Gerindra melayangkan surat keberatan kepada Kapolri melalui Bareskrim Mabes Polri. 

"Hari ini, DPP Partai Gerindra sudah berkirim surat kepada Kapolri c/q Kabareskrim. isinya, keberatan atas penetapan tersangka Indra Catri," katanya.

Andre juga mengatakan penetapan status tersangka terhadap Indra Catri memberi kesan adanya permainan politik. Andre menyoroti pihak yang terkait dengan kasus tersebut, yakni Mulyadi, anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat, yang juga akan maju sebagai bakal calon Gubernur Sumbar.

"Kami minta institusi Polri tidak terlibat politik praktis dan netral serta menjaga pesta demokrasi ini, yang prosesnya sedang berlangsung," tuturnya.

Sebelumnya, Polda Sumatera Barat menetapkan Bupati Agam Indra Catri bersama Sekdakab Agam Martias Wanto sebagai tersangka dalam kasus dugaan ujaran kebencian terhadap Mulyadi. Informasi tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Stefanus Satake Bayu.

Satake mengatakan penetapan tersangka baru setelah dilakukan gelar perkara dan ditemukan sejumlah alat bukti serta saksi ahli dan labfor forensik Polri.

"Keduanya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ujaran kebencian dan perbuatan tidak menyenangkan terhadap Mulyadi selaku anggota Dewan, DPR RI. Berkasnya sudah P-21. Sudah pendalaman dan adanya gelar perkara di Mabes Polri," kata Satake.

Kasus ujaran kebencian tersebut berawal melalui sebuah akun Facebook atas nama Mar Yanto. Akun tersebut mem-posting sebuah status yang dianggap sebagai sebuah ujaran kebencian dan pencemaran nama baik.

Kasus itu akhirnya berujung pelaporan polisi. Dalam penyidikan awal, polisi menetapkan tiga orang tersangka, yaitu Kabag Umum Pemkab Agam berinisial ES serta dua ASN lain, yaitu RB dan RZ.

Belakangan, tersangka, yang merupakan Kabag Umum Pemkab Agam, mengakui ia 'disuruh' atasannya yang tak lain adalah Bupati Agam Indra Catri dan Sekda Agam Martias Wanto.

(Agg)

Berita Terkait

Baca Juga