Tak Hadir Musyawarah Sengketa di Bawaslu, Ini Penjelasan KPU Sumbar

Tak Hadir Musyawarah Sengketa di Bawaslu Ini Penjelasan KPU Sumbar Kantor KPU Sumbar. Dok. Covesia

Covesia.com - Komisioner KPU Sumbar Bidang Hukum, Yanuk Sri Mulyani mengakui pihaknya memang tidak hadir dalam memenuhi undangan Bawaslu Sumbar untuk menghadiri Musyawarah Sengketa Pemilihan, Jumat (7/8/2020) siang. Hal ini dikarenakan padatnya kegiatan KPU Sumbar beberapa hari terakhir yang membuat persiapan musyawarah belum tuntas. 

"Bukannya kami tidak mau hadir musyawarah tadi. Tapi karena ini persoalan lembaga, perlu mempersiapkan diri. Kemudian seluruh komisioner juga perlu berembuk. Nah, hal ini yang belum dilakukan. Jadi persiapan kami untuk musyawarah itu, belum siap," sebut Yanuk kepada Covesia.com ketika dikonfirmasi melalui seluler, Jumat (7/8/2020) sore.

Baca juga: KPU Sumbar Tak Hadiri Undangan Bawaslu, Genius Umar: Ini Sangat Mengecewakan

Untuk bisa menghadiri musyawarah, disebutkan Yanuk, perlu kesepakatan bersama terlebih dahulu di internal KPU Sumbar. Dengan artian, seluruh komisioner KPU Sumbar duduk bersama sebelum hadir dalam musyawarah.

"Kami duduk bersama dulu dengan seluruh Komisioner. Apa rencana dan persiapan kami yang menjadi bahan musyawarah. Sampai detik ini, kami (seluruh komisioner KPU Sumbar- red) belum duduk bersama," katanya.

Dengan diskor musyawarah hingga Sabtu, (8/8/2020) pukul 09.00 WIB, Yanuk mengaku pihaknya akan mengusahakan untuk hadir dalam musyawarah.

"Dari komunikasi saya dengan kawan-kawan, musyawarah besok akan kami usahakan untuk hadir," katanya. 

Sebelumnya, KPU Sumbar tidak menghadiri sidang musyawarah sengketa pemilihan yang dilaporkan oleh tim Fakhrizal-Genius Umar ke Bawaslu Sumbar beberapa waktu yang lalu. Karena laporan ini, Bawaslu Sumbar menjadwalkan sidang musyawarah kepada dua belah pihak yang bersengketa pada Jumat (7/8/2020).

Karena KPU Sumbar tidak hadir, maka musyawarah diskors hingga Sabtu (8/8/2020) pukul 09.00 WIB.

(agg/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga