Wajah Bahagia Asral Terpancar Setelah Dapat Bantuan Kursi Roda

Wajah Bahagia Asral Terpancar Setelah Dapat Bantuan Kursi Roda Foto: Heri Sumarno/covesia

Covesia.com - Tidak lama lagi Negara Kesatuan Republik Indonesia akan merayakan hari kemerdekaan ke 75 tahun. Namun tidak bagi Asral yang baru menikmati kemerdekaannya di usia 25 tahun.

Asral adalah seorang anak yang mengalami penyakit lumpuh dan tidak bisa berjalan sejak lahir. Bertahun-tahun Asral berharap sebuah kursi roda dan harapannya itu baru terwujud pada Kamis, 6 Agustus 2020.

Anak dari Erni, warga Jorong Pondok Sapek, Nagari Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat, harus digendong oleh ibunnya demi sebuah kursi roda.

Segala upaya telah dilakukan oleh ayah dan ibunya sejak lama untuk memperoleh kursi roda. Bahkan orang tuanya tak segan-segan untuk mengemis ke sana kemari untuk mewujudkan harapan anak mereka.

Sang ayah saat ini sedang mengalami sakit keras, sehingga terpaksa ibunya harus menggendong sepanjang jalan dan bahkan sering bolak-balik ke dinas sosial untuk berharap kursi roda, namun tidak pernah ditanggapi.

Kondisi ekonomi keluarga ini merupakan salah satu warga yang tergolong miskin, dapat mengisi perut untuk sekadar melepas rasa lapar, bagi mereka suatu hal yang sangat luar biasa.

"Saya terpaksa mengemis demi sebuah kursi roda. Berjalan kesana kemari mengetuk hati dermawan agar mau menyumbangkan sebagian rezkinya untuk anak saya," sebut Erni.

Bahkan ia mengaku pernah mendapat perkataan yang tidak pantas diucapkan oleh seorang perpanjangan tangan pemerintah terendah terhadap keluarganya.

Apa yang disampaikan oleh Erni memantik jiwa sosial bagi yang melihatnya. Tidak lama berselang, salah seorang wartawan online di daerah itu berinisiatif memberikan bantuan kursi roda.

"Anakmu akan memperoleh bantuan, setelah suami saya meninggal itu katanya kepada saya. Tetapi Alhamdulillah semasa hidup suami saya, hari ini Allah mengetuk hati seorang dermawan memberikan sebuah kursi roda untuk anak saya," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Perjuangan seorang ibu yang tak kenal lelah demi membahagiakan sang anak akhirnya terwujud, meski kursi roda yang didapat bukan kursi roda baru tetapi Asral sangat kegirangan karena impiannya terwujud.

"Lihatlah anak saya ini, ia sangat bahagia sekali menerima kursi roda bantuan dari bapak. Ini akan menjadi sejarah baru bagi anak saya melanjutkan perjuangannya," ucapnya dengan haru.

Rasa lelah dan kecewa setelah berjalan kaki sepanjang 12 kilometer menggendong anaknya dari Dinas Sosial terobati setelah dibantu oleh seorang dermawan. 

"Saya sudah sering ke kantor Dinas Sosial, namun mereka tidak pernah menggubris keinginan saya. Saya hanya ingin kursi roda dan itu sudah didapatkan anak saya. Saya tidak ingin lagi bantuan kursi roda lagi dari pemerintah," kata Erni.

Selain bantuan kursi roda yang diperoleh Ibu Erni, Ia juga menerima bantuan dari Ketua Bhayangkari Cabang Pasaman Barat Ny.Desi Sugeng Hariyadi berupa uang dan sembako.

Sementara dermawan itu, Dodi Ifanda yang memberikan bantuan kursi roda menjelaskan bahwa jiwa sosialnya terpancing melihat ibu yang menggendong anaknya sambil meminta sumbangan.

"Paman saya memiliki kursi roda yang masih bagus, saya sumbangkan. Saya tersentuh melihat masyarakat yang berjalan kaki demi sebuah kursi roda," sebut Dodi Ifanda.

Sebagai wartawan, lanjut Dodi Ifanda kontrol sosial memang tugas utama. Namun, jiwa sosial juga perlu diasah ketika melihat di sekeliling masih banyak yang butuh bantuan. 

(hri)

Berita Terkait

Baca Juga