Jumlah Kasus Positif Melonjak, Pakar Epidemiologi: Gubernur Sumbar Harus Minta Maaf

Jumlah Kasus Positif Melonjak Pakar Epidemiologi Gubernur Sumbar Harus Minta Maaf Ilustrasi (dok.covesia.com )

Covesia.com - Pakar epidemiologi Universitas Andalas, Defriman Djafri, mengatakan Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno harus meminta maaf kepada masyarakat atas terjadinya lonjakan jumlah kasus positif di provinsi itu.

"Gubernur Sumbar harus meminta maaf kepada masyarakat," ujarnya saat diwawancarai Covesia via telepon, Rabu (5/8/2020).

Sebagaimana dilaporkan Juru Bicara Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal, jumlah kasus positif Covid-19 di Sumbar per hari ini mencapai 1.007 kasus.

Pada Hari Raya Idul Adha kemarin, Jumat (31/7/2020), tim gugus tugas setempat juga melaporkan terjadi penambahan kasus positif sebanyak 41 orang.

Menurut Defriman, keputusan Gubernur Sumbar untuk mengimbau perantau pulang kampung pas Hari Raya Idul Adha adalah kesalahan. "Sekarang Gubernur menyesal dan mengatakan lonjakan kasus karena orang mudik pas Idul Adha. Itu kan tidak konsisten," jelasnya.

Lonjakan kasus pada hari itu merupakan jumlah kasus positif tertinggi selama dilaporkan gugus tugas setempat. Sebelumnya, Minggu (24/5/2020), juga terjadi lonjakan kasus dengan laporan penambahan positif 35 orang.

Defriman juga menyesalkan pernyataan pemerintah daerah bahwa wabah sudah terkendali setelah melandainya kurva pasca lonjakan kasus yang pertama. Sementara itu, pintu masuk baik darat maupun udara, buat mobilitas masyarakat ke Sumbar dibuka.

"Meski kita memiliki laboratorium yang bisa memeriksa sampel dalam jumlah banyak, ini menjadi pertaruhan bagi pemerintah daerah. Sebab, kemampuan testing kita berkejaran dengan penyebaran Covid-19," sampainya.

Selain itu, dia menyorot minimnya pengawasan pemerintah dalam menegakkan penerapan protokol kesehatan di ruang-ruang publik dan perkantoran. Hal ini juga berandil kepada meningkatnya jumlah kasus positif di Sumbar hingga hari ini. Terbukti dengan diumumkannya baru-baru ini kasus positif yang berasal dari klaster perkantoran.

"Kita lihat di Pasar Raya Padang, orang menganggap corona tidak ada. Siapa yg mau menyakinkan ini nyata. Apalagi ada pernyataan dari kepala daerah bahwa sosialiasi sudah efektif, ini kan salah besar," ujarnya pula.

Kata Defriman, kedisiplinan masyarakat perlu ditingkatkan. Pemerintah perlu melakukan intervensi untuk mewujudkan hal tersebut. "Kalau tidak bisa lewat cara humanis, bisa dengan pemberian sanksi," terangnya.

Kalau pemerintah abai dan masyarakat tidak lagi menerapkan protokol kesehatan, Defriman mengingatkan bukan mustahil lonjakan kasus positif akan kembali terulang.

(fkh)

Berita Terkait

Baca Juga