BMKG: Gempa Bumi 5,2 yang Mengguncang Sumbar Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng Indo-Australia

BMKG Gempa Bumi 52 yang Mengguncang Sumbar Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng IndoAustralia Ilustrasi (Pixabay)

Covesia.com - Dari hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempabumi 5,2 SR yang berpusat di Pesisir Selatan pagi ini, Rabu (5/8/2020) pada pukul 06.51 Wib, menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M=5,1. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,66 Lintang Selatan dan 100,25 Bujur Timur , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 49 km Barat Daya Pesisir Selatan, Sumatera Barat pada kedalaman 41 km. 

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault )," jelas Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmad Triyono, dalam siaran tertulisnya yang diterima, Rabu.

Rahmad melanjutkan, guncangan gempabumi ini dirasakan di Pesisir Selatan III-IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), Padang, Pariaman, Padang Pariaman III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), Padang Panjang, Bukittinggi, Agam II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). 

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi Tsunami," sebut Rahmad.

Lebih lanjut Rahmad mengatakan, hingga pada pukul 07.00 WIB, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah," kata dia.

(*/don)

Berita Terkait

Baca Juga