PKB, Nasdem dan Golkar Bentuk Poros Baru di Pilkada Sumbar: PDIP dan PPP Silakan Gabung

PKB Nasdem dan Golkar Bentuk Poros Baru di Pilkada Sumbar PDIP dan PPP Silakan Gabung (Kiri ke kanan) Ketua DPW PKB Sumbar Febby Dt Bangso, Sekretaris DPD Partai Golkar Desra Ediwan, Sekretaris DPW Nasdem Sumbar Musmaizer Dt Gamuak, dan Wakil Ketua DPD Golkar Sumbar Afrizal. Foto: Fakhruddin

Covesia.com - Tiga partai politik sepakat berkoalisi untuk membentuk poros baru dalam Pilkada Sumatera Barat (Sumbar). Tiga partai tersebut yaitu PKB, Nasdem, dan Golkar. Deklarasi dilakukan di Padang, Senin (3/8/2020) siang.

Deklarasi dihadiri oleh Ketua DPW PKB Sumbar Febby Dt Bangso, Sekretaris DPW Nasdem Sumbar Musmaizer Dt Gamuak, Sekretaris DPD Partai Golkar Desra Ediwan, dan Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sumbar Afrizal.

Baca juga: Jelang Pilkada Sumbar, Empat Parpol Jalin Komunikasi Politik

Di acara tersebut, Febby mengatakan tiga partai sepakat membentuk poros baru untuk mengusung kandidat dalam Pilgub 2020 berdasarkan hasil pertemuan yang dilakukan pimpinan ketiga partai itu di Hotel Mercure, Sabtu (1/8/2020) malam.

"Tiga partai sepakat untuk membentuk poros baru," ujarnya.

Alasan pembentukan poros baru itu, tuturnya, untuk memberikan kesempatan kepada putra-putri terbaik Sumbar untuk maju dalam Pilkada pada 9 Desember 2020.

Saat ini, masih ada kandidat yang ingin berlaga tapi belum mendapatkan tiket dari partai politik atau memberikan kepastian untuk maju dalam Pilkada Sumbar. Seperti Fakhrizal, Genius Umar, Fauzi Bahar, Faldo Maldini, bahkan dirinya sendiri. Koalisi poros baru mempersilahkan untuk mendaftar. 

Pendaftaran calon kepala daerah pada koalisi tiga partai tersebut, kata Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sumbar Afrizal, rencananya dilakukan di Hotel Kyriad Bumi Minang. 

"Pendaftaran mungkin dimulai pada Kamis (6/8/2020) mendatang. Dibuka selama tiga-empat hari saja," jelasnya.

Sekretaris DPW Nasdem Sumbar Musmaizer menerangkan calon kepala daerah yang ingin melakukan pendaftaran harus menandatangani pakta integritas. Di pakta integritas itu, calon kandidat sepakat akan tetap bergabung dalam koalisi dan mengusung calon yang terpilih apabila koalisi menyepakati yang diusung adalah calon lain.

Sementara itu, Desra mengatakan, seleksi bakal calon yang akan diusung oleh koalisi berdasarkan hasil survei oleh lembaga yang independen. 

"Jika hasil survei menunjukkan bahwa sang calon memiliki elektabilitas yang tinggi, maka dia yang akan dipilih dan diusung oleh koalisi," jelasnya.

Diketahui, di DPRD Sumbar, PKB dan Nasdem masing-masing memiliki 3 kursi, sedangkan Golkar memiliki 8 kursi. Total koalisi poros baru memiliki 14 kursi di DPRD sehingga bisa mengusung kandidat sendiri.

Meski demikian, koalisi poros baru masih mempersilahkan partai lain untuk bergabung.

"Kita sudah informasikan dan memberikan karpet merah ke PDIP dan PPP untuk bergabung ke koalisi," jelas Afrizal.

Sebetulnya, kata Febby, pada pertemuan di Hotel Mercure, Sabtu (1/8/2020) kemarin, PDIP juga turut hadir. Tapi, partai berlambang kepala banteng itu belum bersedia untuk bergabung karena yang hadir adalah Ketua Fraksi PDIP DPRD Sumbar Albert Hendra Lukman.

"Dia bukan dalam posisi mengambil keputusan. Pak Albert akan membicarakan ke pimpinan partainya terlebih dahulu. Jadi, kehadiran dia untuk menyaksikan kelahiran poros baru," terangnya pula.

(fkh/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga