Datangi Bawaslu Hari Ini, Tim Fakhrizal-Genius akan Adukan KPU ke DKPP

Datangi Bawaslu Hari Ini Tim FakhrizalGenius akan Adukan KPU ke DKPP Kuasa hukum Genius Umar, Yuliwan Rajo Ameh

Covesia.com - Kuasa hukum dari Genius Umar mendatangi Bawaslu Sumatera Barat (Sumbar) pada hari ini, Kamis (30/7/2020). Kedatangan kuasa hukum dalam rangka konsultasi soal kejanggalan yang dilakukan KPU Sumbar dalam melakukan verifikasi faktual pasangan calon perseorangan Fakhrizal-Genius. 

"Kami mewakili klien atas nama Genius ingin memasukkan laporan tentang adanya kejanggalan yang tidak sesuai aturan," jelas Yuliwan Rajo Ameh, kuasa hukum dari Genius, saat ditemui wartawan usai pelaporan di Bawaslu Sumbar, Kamis.

Kejanggalan yang dimaksud Yuliwan seperti adanya formulir verifikasi dukungan calon menggunakan form yang tidak diatur dalam peraturan pemilihan, verifikasi hanya dilakukan dengan mendatangi pendukung satu kali, dan dukungan oleh RT/RW dinyatakan tidak memenuhi syarat.

Kemudian, Yuliwan juga melaporkan perihal pendukung bakal pasangan calon pada nagari pemekaran tidak diverifikasi faktual, dan pendukung yang menyatakan tidak mendukung namun tidak bersedia menandatangani form diperlakukan berbeda oleh jajaran KPU.

"Kami rencananya melapor beberapa bagian penting yaitu pelanggaran kode etik, administrasi, dan tindak pidana," jelasnya.

Meski demikian, setelah bertemu pihak Bawaslu, laporan mereka dinilai belum lengkap. Akhirnya, pihaknya hanya menjadikan laporan tersebut sebagai informasi awal untuk Bawaslu.

"Silahkan ditindaklanjuti oleh Bawaslu," imbuhnya.

Sesuai peraturan yang berlaku, batas akhir waktu Bawaslu menerima laporan adalah tujuh hari setelah pelanggaran ditemukan atau diketahui oleh pihak terkait. Artinya, jika tim Fakhrizal-Genius menolak rekapitulasi hasil verifikasi faktual tingkat provinsi pada Kamis (23/7/2020) lalu, maka batas akhir Bawaslu menerima laporan yaitu hari ini.

Oleh karena itu, Yuliwan mengatakan pihaknya tidak mungkin bisa melapor ke Bawaslu sesuai waktu yang ditentukan. 

Meski demikian, pihaknya tetap akan melengkapi bagian laporan yang dianggap Bawaslu belum lengkap. Namun, mereka akan melaporkan KPU dengan menggunakan jalur lain yakni Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP).

"Kami akan melapor ke DKPP karena di DKPP tidak menggunakan batas waktu jelasnya," katanya.

Sementara itu, saat ditemui wartawan, Anggota Bawaslu Sumbar, Elly Yanti, membenarkan kedatangan kuasa hukum dari Genius. Kedatangan mereka awalnya untuk menyampaikan laporan pengaduan.

Tetapi, laporan mereka tidak diterima karena belum lengkap syarat formil dan materil agar bisa diregistrasi. Jadi, pihak kuasa hukum hanya datang untuk konsultasi. 

"Yang belum lengkap, kejadian peristiwa yang menurut mereka terjadi di Pasaman Barat dan Pariaman. Mereka tidak bisa memastikan," ujarnya.

Hari ini adalah batas akhir Bawaslu menerima laporan. Sesuai aturan, Bawaslu tidak bisa menerima laporan kuasa hukum dari Genius.

"Tapi, kalau ke DKPP, tidak ada batas waktu," jelasnya.

(fkh/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga