Transaksi 22 Kilogram Sisik Trenggiling Digagalkan, Tiga Tersangka Diringkus Polisi

Transaksi 22 Kilogram Sisik Trenggiling Digagalkan Tiga Tersangka Diringkus Polisi Jajaran Unit Reskrim Tipiter Polres Pasaman Barat saat mengamankan tiga tersangka jual beli trenggiling, Kamis (30/7/2020). Sumber: istimewa

Covesia.com - Tim gabungan Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat bersama dengan petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) seksi wilayah I Pasaman Sumatera Barat berhasil menggagalkan transaksi sekitar 22 Kilogram sisik trenggiling, salah satu satwa yang dilindungi Undang-undang.

Kepala Polres Pasaman Barat, AKBP Sugeng Hariyadi melalui Kepala Sub Bagian Humas, AKP Defrizal mengatakan bahwa pihaknya juga berhasil mengamankan tiga orang tersangka dalam kasus jual-beli puluhan Kilogram  sisik atau kulit (Manis Javanica) atau yang dikenal dengan trenggiling.

"Tiga orang tersangka terkait tindak pidana penyalahgunaan satwa trenggiling berhasil diringkus di Kampung Masjid Nagari Desa Baru, Kecamatan Ranah Batahan, Pasaman Barat sekitar pukul 02.00 WIB dini hari tadi," terang Kepala Polres Pasaman Barat, AKBP Sugeng Hariyadi melalui Kepala Sub Bagian Humas, AKP Defrizal kepada Covesia.com, Kamis (30/7/2020).

AKP Defrizal menyampaikan ketiga tersangka itu masing-masing berinisial S (68) warga Sinunukan Kabupaten Mandailing Natal Sumatera Utara, R (44) warga Ujung Gading Pasaman Barat dan Is (44) warga Ujung Gading.

"Dari tangan ketiga tersangka diamankan barang bukti 22 kilogram sisik atau kulit (Manis Javanica) atau yang dikenal dengan trenggiling," tambahnya.

Penangkapan terhadap ketiga tersangka itu kata dia berawal ketiga petugas bersama petugas Balai Sumber Daya Alam seksi wilayah I Pasaman melakukan investigasi terkait satwa langka itu.

"Setelah tim gabungan personel Reskrim Tindak Pidana Tertentu Polres Pasaman Barat melakukan pengintaian, maka tersangka berhasil ditangkap tepatnya di pinggir jalan Desa Baru Kecamatan Ranah Batahan sekitar pukul 02.00 WIB dini hari tadi," katanya.

Ketiga tersangka bersama Barang Bukti (BB) kata dia sudah berhasil diamankan di Mako Polres Pasaman Barat untuk proses hukum lebih lanjut.

"Ketiga tersangka melanggar peraturan perundang-undangan Pasal 21 ayat (2) huruf d Undang- Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya dengan ancaman pidana maksimal lima tahun penjara dan denda Rp100 juta," tutupnya.

(hri/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga