Bahas Polemik Verifikasi Faktual, Relawan Berkumpul di Posko Pemenangan Fakhrizal-Genius

Bahas Polemik Verifikasi Faktual Relawan Berkumpul di Posko Pemenangan FakhrizalGenius Salah seorang relawan Fakhrizal-Genius menyerahkan dukungan KTP di Posko Pemenagan, Jalan Raden Saleh, Padang, Senin (20/7/2020).

Covesia.com - Adanya informasi yang beredar soal pendukung yang Tidak Ditemukan (TD) oleh petugas PPS saat verifikasi faktual menjadi Tidak Memenuhi Syarat (TMS), ratusan relawan paslon calon Gubernur - Wakil Gubernur Sumbar dari jalur Independen, Fakhrizal - Genius Umar mendatangi posko pemenangan di Jalan Raden Saleh, Padang, Senin (20/7/2020). Relawan dan pendukung Fakhrizal - Genius Umar Ini mengaku risih karena hal tersebut bisa memberatkan paslon independen ini untuk bertarung dalam kompetisi Pilkada Provinsi Sumatera Barat.

Alasan para relawan dan pendukung Fakhrizal - Genius Umar ini risih tidak lain dari data yang didapat oleh tim internal paslon ini. Selama verifikasi faktual berlangsung, petugas PPS hanya mencatat sebanyak 40 persen dukungan Fakhrizal - Genus Umar yang memenuhi syarat. Kemudian, sekitar 28 persen dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) atau berada diangka 80 ribuan. Sedangkan yang tidak ditemukan (TD) sekitar 100 ribuan atau 38 persen dari jumlah dukungan. 

Hal ini mendorong para relawan dan simpatisan Fakhrizal - Genius Umar untuk menyatukan suara agar memprotes KPU apabila benar soal informasi TD akan dijadikan TMS. Dengan begitu, pada masa perbaikan dukungan, relawan merasa diberatkan oleh KPU karena harus menyediakan 400 ribu dukungan dalam waktu 4 hari.

Asmaizar, salah seorang relawan Fakhrizal - Genius Umar asal Kota Padang menuturkan apabila benar informasi TD dijadikan TMS oleh KPU, maka kami akan melakukan protes besar-besaran. Pasalnya, KPU tidak bisa berpikir secara logika dan memberatkan pasangan Fakhrizal - Genius Umar maju sebagai Calon Gubernur - Wakil Gubernur Sumatera Barat.

"Jika KPU Sumbar menjadikan TD menjadi TMS, berarti akan memberatkan. Pasalnya, dua kali lipat jumlah kekurangan harus kami sediakan dalam waktu sempit," sebut Asmaizar.

Disebutkannya, Awalnya, jumlah dukungan yang diberikan ke KPU itu berjumlah 336.657 KTP. Itu juga sudah disiapkan 100 ribu dukungan cadangan. Kemudian setelah dilakukan verifikasi administrasi, keabsahan dukungan berkurang menjadi 306.661 KTP. 

Dari 306.661 KTP lolos Verifikasi Administrasi, hanya 40 persen yang MS atau berada di angka 123 ribu lebih. Kemudian 28 persen TMS dengan angka sekitar 80 ribuan. Sedangkan yang tidak ditemukan sekitar 32 persen atau 100 ribuan lebih.

"Artinya, KPU membebani kami dengan 360 ribu dukungan dengan jangka waktu 4 hari. Ini kerja gila. Tidak akan masuk ke dalam logika manusia yang waras," sebutnya.

Senada, Genius Umar yang juga datang ke posko induk mencoba menenangkan para relawan. Dirinya memang memahami dan memaklumi apa yang menjadi kerisauan. 

"Jika benar informasi ini, pekerjaan kita memang sangat berat untuk bisa menjadi Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar tahun 2020 ini. Tetapi jangan patah arang, tetap semangat sampai akhir perjuangan. Setiap hari datang terus ribuan KTP dukungan ke posko baik yang di Pariaman maupun yang di Padang untuk menutupi kekurangan dukungan. Ini bukti kita tetap berada dalam jalur," Sebut Genius Umar menenangkan relawan. 

Namun, Genius Umar juga tetap meminta dan mendorong KPU agar pendukung berstatus TD tidak menjadi TMS. Melainkan dilakukan verifikasi faktual ulang lagi kepada TD tersebut.

"Kami terima jika harus memberikan dukungan tambahan lagi. Sampai batas akhir input dukungan susulan, ada sekitar 200 ribu lebih. Tetapi, KPU harus berada di koridor aturan, dengan memverifikasi faktual kembali pendukungan yang berstatus TD," jelasnya.

Sampai pukul 22.00 WIB, posko induk Fakhrizal - Genius Umar masih dipenuhi ratusan pendukung.

(Agg)

Berita Terkait

Baca Juga