Selama Tahun 2020, Terjadi 20 Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Mentawai

Selama Tahun 2020 Terjadi 20 Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Mentawai Ilustrasi - pixabay

Covesia.com - Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak semakin marak belakangan ini dilaporkan ke penegak hukum di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Menurut Kasat Reskrim Polres Kepulauan Mentawai, Iptu Irmon, total kasus kekerasan dari januari hingga juli 2020, anak sebagai korban ada 18 kasus dan 2 kasus anak sebagai pelaku pencurian.

Baca: Nekad Menjual Motor Curian, Seorang Wanita Belia di Mentawai Dibekuk Polisi

"Sedangkan perkembangan kasus pendeta RP telah dilimpahkan ke kejaksaan, Selasa (14/7/2020) lalu, dan saat ini sudah dalam tahanan kejaksaan. Dalam waktu seminggu atau dua minggu, pihak Kejaksaan akan melimpahkan ke pengadilan," tutur Iptu Irmon, Kamis (16/7/2020).

Baca: Minum Racun, Korban Pencabulan Mantan Pendeta di Mentawai Meninggal Dunia

Selanjutnya, kata Irmon, kasus ustaz MS hari ini berkasnya dikirim ke kejaksaan dan sesuai Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), selama dua minggu bila jaksa menyatakan prasyaratnya sudah lengkap maka akan dilimpahkan ke Kejaksaan. Jika Jaksa menyatakan berkasnya belum lengkap, maka kita akan lengkapi.

"Sesuai KUHAP dari awal perkara MS berproses masuk tahap penyidikan, tersangka memohon kepada penyidik tidak dilakukan penahanan, itu haknya. Kami berhak mengabulkan atau tidak berdasarkan pertimbangan ia tidak akan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti, serta keterbatasan sel tahanan di tengah pandemi Covid-19 sehingga kami kabulkan," imbuhnya.

Kemudian Iptu Irmon menuturkan, pelaku yang tidak dilakukan penahanan tidak diperbolehkan keluar dari Mentawai kecuali dalam keadaan darurat dan proses hukum tetap berjalan.

Untuk kasus oknum Kepala Desa AN di desa Sirilogui masih menunggu hasil pemeriksaan dari Laboratorium Forensik Medan karena objek di Undang-Undang pornografi mempertontonkan video kepada anak-anak. 

Baca: Proses Hukum Mantan Pendeta Tersangka Kasus Cabul di Mentawai Menunggu Tahap II

Sementara video itu telah dihapus oleh tersangka. Barang bukti saat ini sedang diperiksa di Laboratorium Forensik Medan.

Sementara kasus di Sikakap juga dalam proses pemberkasan.

"Selanjutnya, kasus dari Polsek Sikabaluan terkait ayah kandung yang menghamili anaknya, sesuai perintah Pimpinan, sudah dilimpahkan ke Polres Mentawai dan pelaku sudah diamankan di Rutan Polres dan dalam proses penyidikan," tukasnya.

Baca juga: Bejat, Seorang Ayah di Labuan Bajau Mentawai Gauli Anak Kandung Hingga Hamil 2 Bulan

Terkait perkara tersebut, sudah dihadirkan 4 saksi dan korban saat ini juga berada di Sipora didampingi bibinya.

Iptu Irmon mengungkapkan laporan kasus kekerasan terutama terhadap anak semakin meningkat dan akan tetap diberi edukasi atau diversi kepada anak di bawah umur.

Kontributor: Kornelia Septin Rahayu

Baca juga: Bejat! Suami di Lintau Buo Paksa Istri Layani Pria Lain untuk Lunasi Utang

Berita Terkait

Baca Juga