BPBD Pasbar: Thermo Gun Itu Dicuri, Tidak Ada Dipinjam

BPBD Pasbar Thermo Gun Itu Dicuri Tidak Ada Dipinjam Kepala Pelaksana BPBD Pasaman Barat Edi Busti didampingi Kepala Bidang KedaruratanLogistik BPBD Decky H Sahputra saat menjelaskan kepada wartawan, Rabu (15/7) bahwa thermogun atau alat pengukur suhu badan diduga dicuri bukan dipinjam.

Covesia.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) menegaskan thermo gun atau alat pengukur suhu tubuh milik mereka diduga dicuri bukan dipinjam.

"Saya tegaskan, thermo gun itu diduga dicuri tidak ada dipinjam. Apalagi rekaman CCTV terlihat ada tiga orang yang datang ke kantor BPBD pakai mobil sedan plat merah warna silver dan membongkar dua bok (di bawah tenda dan samping posko) serta mengambil thermo gun," kata Kepala Pelaksana BPBD Pasaman Barat Edi Busti didampingi Kepala Bidang Kedaruratan Logistik Decky H Sahputra di Simpang Empat, Rabu (15/7/2020).

Ia mengatakan tiga orang itu pihaknya melihat mirip salah satu unsur pimpinan DPRD Pasaman Barat dan dua orang lagi mirip dengan ajudan dan supirnya.

"Kepastian siapa tiga orang itu tentu pihak penyidik di Polres Pasaman Barat yang akan memastikan karena kasus ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian," katanya.

Menurutnya pihaknya perlu meluruskan persoalan itu karena Jumat (10/7) lalu salah satu unsur pimpinan DPRD Pasaman Barat menghubunginya melalui teleponmeminta cairan disinfektan untuk penyemprotan di daerah Padang Lawas Kecamatan Luhak Nan Duo.

"Dalam pembicaraan itu tidak ada membahas masalah thermo gun. Jejak digital bisa dibuktikan," tegasnya.

Kemudian sekitar pada pukul 08.00 WIB petugas piket datang dan melihat thermo gun di meja piket tidak ada.

Sebab pada saat itu kebetulan libur nasional dan petugas piket ditarik dari posko perbatasan untuk piket di kantor.

"Saya baru mengetahuinya pada Sabtu (11/4) dan saya perintahkan petugas menggantinya karena pertanggungjawaban aset pemerintah," ujarnya.

Berdasarkan itulah maka anggota BPBD yang piket saat itu membuat laporan pengaduan ke Polres Pasaman Barat.

"Harga thermogun saat awal COVID-19 sekitar Rp3 juta karena barang langka dan sulit diperoleh. Makanya saya izinkan anggota membuat laporan pengaduan ke Polres Pasaman Barat," ujarnya.

Sementara itu Kepala Bidang Kedaruratan Logistik BPBD Pasaman Barat Decky H Sahputra menambahkan awalnya anggota saat melapor belum teringat bahwa ada CCTV.

Setelah balik ke kantor BPBD baru anggota teringat bahwa ada CCTV di kantor. Dengan izin pimpinan mereka melihat rekaman CCTV yang ada dan terlihatlah ada mobil sedan plat merah dengan tiga orang datang dan mengambil thermo gun.

"Di dalam CCTV itu selain mengambil thermo gun juga membuka dua box penyimpanan dan dua orang berupaya membuka pintu mobil fortuner yang parkir di teras kantor BPBD," jelasnya.

Baca juga: Diduga curi thermogun di kantor BPBD, oknum pimpinan DPRD Pasaman Barat dan staf terekam CCTV

Ia menyebutkan dari rekaman CCTV terlihat hal itu bukan kebetulan atau spontanitas tetapi diduga sengaja untuk mencuri barang tertentu salah satunya thermo gun.

"Perbuatan diduga dilakukan oleh oknum pimpinan DPRD bersama ajudan dan supirnya," katanya.

Selain itu pihaknya sangat terusik dengan kejadian ini. Saat barang kelengkapan COVID-19 langka dan dibutuhkan malah barang yang ada diambil.

"Sebagai kepala bidang yang bertanggungjawab dengan aset yang ada maka saya tegaskan laporan ini tidak akan saya cabut dan tidak ada kata damai. Ada yang berupaya menekan saya agar damai namun saya tegaskan tidak. Diharapkan pihak kepolisian agar menuntaskan persoalan ini," harapnya.

Sementara itu Kepala Polres Pasaman Barat AKBP Sugeng Hariyadi melalui Kepala Satuan Reskrim AKP Omri Sahurekamembenarkan ada laporan pengaduan terkait thermogun di BPBD.

"Status kasus ini masih penyelidikan dan belum ada penetapan tersangka. Dalam waktu dekat orang yang ada di dalam rekaman CCTV akan dimintai keterangan," katanya.

Pihaknya sudah memanggil tiga orang dari BPBD dan siapa yang ada dalam CCTV pihaknya sudah dapat gambaran.

"Saya tegaskan pengaduan ini akan kita proses dan masih dalam tahap penyelidikan," tegasnya.

Menanggapi hal iti Ketua DPRD Pasaman Barat Pahrizal Hafni saat dikonfirmasi melalui telepon genggam tidak menjawab dan ketika diicari ke kantor DPRD dan rumah dinas juga tidak ada bisa ditemui.

Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatAps sekitar pukul 16.14 WIB Pahrizal Hafni membalas "ia pak, nanti saya ke Simpang Empat, sekarang masih diperjalanan.

Sekitar pukul 18.15 WIB ketika dihubungi kembali, ia berjanji akan memberi penjelasan lengkap di kemudian hari.

"Saya mendadak mau ke Kota Padang malam ini di lain kesempatan akan saya jelaskan persoalan itu," katanya.

(ant/lif)

Berita Terkait

Baca Juga