Pada Gelombang Kedua, 270 WNI Dipulangkan dari China

Pada Gelombang Kedua 270 WNI Dipulangkan dari China Ilustrasi - Sejumlah petugas medis Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sumut mengawasi proses ketibaan TKI di ruang karantina di Lanud Soewondo Medan, Sumatera Utara, Jumat (10/4/2020). Sumber: Antara/Septian Perdana

Covesia.com - Sebanyak 270 warga negara Indonesia dari Shanghai, China dipulangkan pada Selasa (14/7/2020). Mereka merupakan repatriasi gelombang kedua dari China.

Pemulangan WNI secara mandiri difasilitasi Kedutaan Besar RI di Beijing, Konsulat Jenderal RI di Shanghai, KJRI Guangzhou, dan Garuda Indonesia.

Sebanyak 270 WNI yang dipulangkan terdiri atas 96 mahasiswa, 144 pekerja migran, dan 30 WNI pekerja lainnya.

"Proses repatriasi mandiri sebagai bentuk kepedulian perwakilan pemerintah Indonesia terhadap WNI dari berbagai kota di Tiongkok dapat terwujud atas hasil pendekatan yang baik kepada otoritas penerbangan dan pemerintahan China," kata Konsul Jenderal RI untuk Shanghai Deny W Kurnia dikutip Covesia.com dari Antara, Rabu (15/7/2020).

Konjen juga berkoordinasi dengan pemangku kepentingan setempat, seperti Kantor Urusan Luar Negeri (FAO) Kota Shanghai, Biro Keamanan Publik (BPS), dan Imigrasi setempat.

Dia menjelaskan, penerbangan khusus Garuda dilakukan karena belum ada penerbangan reguler langsung dari kota-kota di daratan China ke Indonesia sejak ditutup pada 5 Februari 2020.

Penerbangan transit di negara ketiga juga belum memungkinkan karena penumpang akan terkena kewajiban karantina yang memakan waktu dan biaya tambahan.

Sebelum direpatriasi, para WNI telah menjalani tes COVID-19 di berbagai fasilitas medis setempat yang dibuktikan dengan surat keterangan kesehatan.

Para penumpang juga diminta untuk mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan selama penerbangan dan pada saat kedatangan di Jakarta beserta dibekali masker dan surat keterangan jalan.

Dari 270 WNI yang ikut terbang, sebanyak 171 warga berasal dari wilayah Shanghai dan sekitarnya sedangkan 99 WNI lainnya tersebar dari berbagai provinsi di China. 

Sebagian dari WNI menggunakan penerbangan domestik terlebih dahulu atau menempuh jalan darat ratusan hingga ribuan kilometer untuk mencapai Kota Shanghai.

Berita Terkait

Baca Juga