Kritik Ahok Soal Reklamasi Ancol: Anies Bisa Langgar Perda hingga Amdal

Kritik Ahok Soal Reklamasi Ancol Anies Bisa Langgar Perda hingga Amdal Basuki Tjahaja Purnama

Covesia.com - Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ikut bica ra soal kebijakan Anies Basweda soal reklamasi kawasan Ancol. Mantan Gubernur DKI Jakarta rencana reklamasi kawasan Taman Impian Jaya Ancol yang dianggapnya hanya permainan kata-kata dari Gubernur DKI.

Ahok menganggap Anies mengganti istilah reklamasi jadi perluasan daratan.

Ahok menyebut rencana Anies memperluas Dunia Fantasi (Dufan) seluas 35 hektare mirip dengan rencananya dulu untuk mengembangkan taman rekreasi itu. 

Lokasi perluasan di Ancol Barat itu sama dengan Pulau K yang ia ingin buat dulu.

"Ini soal permainan kata saja. Pulau reklamasi K memang bagian dari perluasan Ancol atau perlu dan daratan Ancol yang ada saat ini," ujar Ahok kepada Suara.com, jaringan Covesia.com, Senin (13/7/2020).

Rencana Ahok saat itu adalah membuat pulau, bukan menyambungkan daratan Pulau K dengan daratan Ancol. Konsep ini berbeda dengan yang diutarakan Anies dalam reklamasi Dufan versinya.

"Tetapi perluasannya dengan cara buat pulau. Nambah deretannya dengan buat pulau bukan reklamasi pantai nyambung dari daratan Ancol saat ini," katanya.

Komisaris Utama PT Pertamina ini mengaku tak menyambungkan daratan karena tak diperbolehkan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).  

Ahok menyebut menurut Amdal, harus ada jarak 300 meter dari pulau baru ke daratan Ancol.

"Tidak boleh ada nempel reklamasi ke daratan DKI. Itu melanggar Perda dan juga Amdal termasuk Undang-Undang Lingkungan Hidup," tuturnya.

Karena itu cara Ahok menyambungkan pulau K dengan Dufan adalah melalui pembangunan jembatan. Ia menyatakan daratan baru dan lama tak boleh disambungkan begitu saja.

"Nanti setelah pulau jadi tetap harus dikeruk dan bangun jembatan dari daratan," pungkasnya.

Gubernur Anies Baswedan telah memberikan izin melakukan reklamasi di kawasan Taman Impian Jaya Ancol. 

Luas pulau yang akan dibuat diperkiran mencapai 120 hektare.

Izin ini diberikan lewat Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 237 Tahun 2020 yang diteken Anies pada 24 Februari lalu.

Rinciannya, Anies mengizinkan perluasan kawasan rekreasi seluas 35 hektare untuk rekreasi Dunia Fantasi (Dufan) dan 120 hektare untuk perluasan lahan yang tersebar di kawasan Ancol.

Berita Terkait

Baca Juga