Virus African Swine Fever Sebabkan Kematian Puluhan Ribu Babi di NTT

Virus African Swine Fever Sebabkan Kematian Puluhan Ribu Babi di NTT Ilustrasi - pixabay

Covesia.com - Jumlah babi yang mati akibat terserang virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika sudah mencapai 22.000-an ekor hingga akhir Juni 2020 .

Sekretaris Dinas Peternakan NTT Frans Samon  mengatakan, data terakhir mencapai 22 ribuan babi yang sudah mati. 

"Angka pastinya saya agak lupa," kata dikutip Covesia.com, Sabtu (4/7/2020).

Frans mengatakan bahwa saat ini penyebaran virus demam babi Afrika itu tidak hanya terjadi di pulau Timor saja.

Virus itu sudah menyebar sampai ke Sumba, Alor bahkan sampai di Flores khususnya di Kabupaten Sikka.

"Sebelumnya Pulau Timor terbanyak kasus babi yang mati akibat virus itu, tetapi saat ini justru sudah menyebar sampai ke beberapa pulau lain di NTT ini," tutur dia.

Ia mengatakan, selama ini Dinas Peternakan NTT sudah membentuk tim khusus dan mengawasi peredaran daging babi, namun pihaknya kesulitan karena memang pihaknya tak bisa memantau satu-persatu warga yang membeli daging babi.

Bisa saja, penyakit babi yang sudah ada pulau Timur dibawa ke pulau lain di NTT sehingga beberapa babi di pulau-pulau tersebut juga terjangkit, katanya.

pemerintah setempat sudah mengimbau agar pembelian daging babi hanya boleh dilakukan di rumah pemotongan hewan (RPH) yang memang semua hewan yang akan dipotong sudah diperiksa kesehatannya terlebih dahulu.

Namun, sayangnya penjualan daging babi di Kota Kupang saja, menyebar di mana-mana, sehingga pihaknya juga kesulitan mengawasi atau mencegahnya. (Antara)

Berita Terkait

Baca Juga