Lehar Meninggal Dunia, Keluarga Akan Tuntut Polda Sumbar

Lehar Meninggal Dunia Keluarga Akan Tuntut Polda Sumbar Dok. Kuasa Hukum Lehar

Covesia.com - Merasa selama di tahanan Polda Sumbar tidak diperhatikan kondisi kesehatan almarhum Lehar, pihak keluarga berencana akan melayangkan tuntutan kepada Mabes Polri. Pihak keluarga merasa ada diskriminatif yang dilakukan oleh polisi selama Lehar ditahan di sel Mapolda Sumbar.

"Kami (keluarga-red) akan tuntut Polda Sumbar. Kami ingin keadilan. Ayah saya selama ditahan di Mapolda Sumbar seperti mendapat diskriminatif. Termasuk kesehatannya terus menurun selama disana. Sedangkan polisi terkesan acuh atas kesehatan ayah saya," sebut Lina, anak ketujuh Lehar kepada Covesia.com dirumah duka, Jumat (3/7/2020).

Disebutkannya selama berada di tahanan Mapolda Sumbar, kondisi kesehatan Lehar kerap kali tak sadarkan diri dan koma. Terhitung sudah empat kali tidak sadarkan diri dan dua kali koma. Sampai pada akhirnya, kondisi Lehar benar-benar tidak tertolong dan meninggal dunia pada Kamis (2/7/2020) malam. 

"Sering kali nge drop. Tak sadarkan diri ada empat kali dan koma dua kali. Polisi hanya memberitahu ke keluarga jika ayah sudah tidak sadarkan diri. Kemudian dibawa ke rumah sakit. Jika sudah sedikit baikan, dibawa lagi ke dalam sel. Kenapa ayah bisa sering sakit selama di dalam sel?. Jelas bagaimana pelayanan kesehatan dan psikologis selama didalam sel perlu dipertanyakan. Soalnya, kesehatannya terus memburuk selama menjadi tahanan,"  ucap Lina lagi.

Sebelum meninggal dunia, Lina mengaku pihak keluarga sudah meminta agar Polda menangguhkan tahanan Lehar. Namun, sampai Lehar meninggal dunia permohonan tersebut tidak mendapatkan respon sedikitpun," ucapnya.

Sementara itu, Jonathan Nababan selaku pengacara Lehar mengaku siap melayangkan tuntutan ke Mabes Polri. Dirinya melihat tidak ada itikhad Polda untuk memproses penangguhan tahanan Lehar. Mengingat usia Lehar yang sudah mencapai 84 tahun.

"Lehar benar-benar dibuat seperti seorang mafia. Polisi seakan tidak memperhatikan kondisi kesehatan dan psikologis Lehar. Apalagi usianya sudah 84 tahun dan sejak 2013 telah sakit-sakitan," sebut Jonathan.

Disamping itu, Jonathan akan mempertanyakan pemindahan sel tahanan Lehar dari Mapolda Sumbar ke Polsek Padang Barat. Saat berada di polsek tersebut, Lehar pernah tak sadarkan diri dan mengaku dibentak-bentak oleh anggota polsek tersebut.

"Selain Polda Sumbar, kami juga akan melaporkan anggota Polsek Padang Barat yang membentak Lehar di dalam sel hingga tak sadarkan diri," sebutnya.

Sedangkan Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu Setianto menyebutkan, silahkan saja kalau pihak keluarga ingin melapor, karena itu hak mereka sebagai warga negara Indonesia. 

Namun, yang jelas Polda Sumbar sudah berusaha sebaik mungkin menjaga kesehatan tahanannya, seperti halnya juga tahanan lain. 

"Misalkan sakit ada dokter yang akan mengecek kesehatan dan mengobati mereka," ujarnya. 

Bayu mengingatkan, sebelum melapor harus ada bukti yang kuat dulu. Tapi yang jelas melapor itu hak masyarakat. 

Kemudian Bayu juga menyebutkan terkait kelanjutan kasus Lehar tersebut. Untuk perorangan, penyidikan atas Lehar sendiri dihentikan karena sudah meninggal dunia, tapi untuk yang tiga orang lagi tetap lanjut.

(agg/per)

Berita Terkait

Baca Juga