Hingga Saat Ini, Sudah 83,06 Persen Warga Sumbar Sembuh dari Corona

Hingga Saat Ini Sudah 8306 Persen Warga Sumbar Sembuh dari Corona Ilustrasi

Covesia.com - Tim Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Wilayah II Baso mencatat seorang pasien positif Covid-19 hari ini berasal dari Kabupaten Sijunjung. 

"1.712 sample swab yang dikirim survailance berbagai rumah sakit  Kabupaten dan Kota se Sumbar (1.667) diperiksa di Lab Unand dan 45 sample di Baso Agam) sementara sampai pukul 05.00 WIB terkonfirmasi sample yang positif 1 (satu) orang, yang berasal dari Kabupaten Sinjunjuang,"ungkap Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Barat, Selasa (30/6/2020).

Tak hanya itu untuk pasien sembuh sementara juga bertambah 15 orang lagi. Jadi, total keseluruhan yang terinfeksi Covid-19 adalah 726 orang, dengan rincian total kesembuhan 603 orang (83,06%),  dirawat di Rumah sakit, karantina dan Isolasi Mandiri sejumlah 92 orang (12,67%),  meninggal dunia 31 orang (4,27%), dirawat di Rumah sakit, karantina dan Isolasi Mandiri sejumlah 92 orang (12,67%).

"Tetaplah jaga kesehatan dan marilah kita konsisten dan disiplin mematuhi semua protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah," imbuh Jasman. 

Dia optimis penyebaran covid-19 dapat ditekan sampai ke angka yang terendah. Asalkan kita semua konsisten dan berkomitmen untuk menjalankan protokol kesehatan memerangi covid-19.

"Tetaplah jaga jarak, pakai masker, sering cuci tangan, berbelanja kuliner perhatikan penjualnya apakah mematuhi protokol kesehatan atau tidak, terutama makanan yang terbuka dan lain-lain," katanya. 

Jasman juga mengingatkan penjual makanan yang sifatnya terbuka (rumah makan, kafe-kafe dan lain-lain), agar pelayan yang mengambil makanan untuk wajib selalu pakai masker dan pelayannya saat mengambil makanan tidak bicara di depan makanan tersebut. 

"Tegur dan ingatkan pelayan dan pemiliknya agar mewajibkan semua karyawannya memakai masker dengan benar. Ini dikarenakan masih banyak  pelayan makanan memakai masker hanya sampai dagu dan mereka berbicara di depan makanan. Ini sangat riskan dan sangat berbahaya bagi orang lain. Sebaiknya mari saling ingatkan demi kesehatan kita semua," pungkasnya. 

(ila)

Berita Terkait

Baca Juga