Pasa Ateh Bersiap Jalankan Aktivitas Ekonomi Pedagang di Bukittinggi

Pasa Ateh Bersiap Jalankan Aktivitas Ekonomi Pedagang di Bukittinggi Gubernur Sumbar Irwan Prayitno beserta istri didampingi Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias dan sejumlah OPD saat meninjau Pasa Ateh, Sabtu (27/6/2020).

Covesia.com - Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menjelaskan Pasa Ateh mulai dibangun sejak 2018 lalu dan selesai pada akhir 2019. Terdapat 835 petak kios di Pasa Ateh, yang pemegang hak sewanya sudah ada.

"InsyaAllah, Selasa depan akan kita musyawarahkan terkait penempatan, penjenisan dan sewanya. Besaran sewa dari hitungan KPKNL sudah ada, nanti kita sosialisasikan dengan pedagang. Namun, kami akan siapkan pula kebijakan khusus nantinya untuk sewa di beberapa bulan ke depan, karena kami sangat paham dengan kondisi pedagang dua setengah tahun terakhir," ungkap Ramlan.

Gubernur Sumatera Barat bersama istri yang juga Anggota DPR RI, serta sejumlah kepala SKPD provinsi, meninjau secara langsung Pasa Ateh, Sabtu (27/6/2020). Rombongan diterima langsung Wali Kota bersama Sekda, Asisten dan sejumlah Kepala OPD.

Sementara itu, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, mengapresiasi sistem dan desain Pasa Ateh yang sangat menarik. Dimana menurut Gubernur, ada dua aspek yang langsung dikawinkan dalam Pasa Ateh ini.

"Dua aspek disatukan dalam Pasa Ateh ini. Mal yang bersih dan nyaman dikawinkan dengan pedagang yang menjual dari UMKM, kaki lima secara tradisional. Sehingga nanti kami harap budaya tawar menawarnya tetap dipertahankan. Ini tentunya akan menjadi destiniasi wisata tersendiri bagi pengunjung nantinya," jelas Irwan Prayitno.

Pasa Ateh dibangun dengan konsep green building dan menjadi pasar percontohan di Indonesia. Menurut rencana, setelah berdiskusi dan musyawarah dengan pedagang Selasa depan, pada hari Kamis akan dilakukan lotting penempatan pedagang.

(dbi/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga