Harimau Serang Ternak, BKSDA Agam Pasang Tiga Kamera Pengintai

Harimau Serang Ternak BKSDA Agam Pasang Tiga Kamera Pengintai Dok. BKSDA Agam

Covesia.com - Balai Konservasi Sumbar Daya Alam (BKSDA), Resor Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memasang tiga kamera pengintai guna memantau pergerakan Harimau Sumatera yang menyerang ternak warga warga di Nagari Sungai Puar, Kecamatan Palembayan.

Pengendali Ekosistem Hutan, (PEH) BKSDA Agam, Ade Putra mengatakan, dari hasil pemantauan penyerangan terhadap dua ekor kerbau milik warga memang dilakukan oleh satwa dilindungi tersebut, hal itu sesuai bukti yang ditemukan berupa bekas luka cakaran dan gigitan pada bagian kaki belakang dan pundak.

Selain itu, hasil identifikasi lapangan, ditemukan tanda-tanda keberadaan berupa jejak dengan ukuran 11 centimeter dan juga terdapat jejak-jejak yang masih sangat baru, diperkirakan baru beberapa jam dilewati sebelum ditemukan.

"Lokasi kejadian berada di APL yang berjarak sekitar dua kilometer dari Cagar Alam Maninjau," ujar Ade saat dikonfirmasi Covesia.com Rabu (24/6/2020). 

Guna memantau pergerakan hewan buas tersebut, pihaknya sudah memasang sebanyak tiga unit kamera pengintai serta menggunakan bunyi-bunyian untuk mengusir Harimau agar kembali ke habitatnya. "Kita akan melakukan pemantauan selama 3 hari ke depan," jelasnya.

Sementara itu untuk dua ekor kerbau yang diserang hewan buas tersebut merupakan milik Con, berupa kerbau dewasa dan Ratini, Kerbau yang masih kecil. 

"Kerbau dewasa ini mengalami luka yang cukup parah jadi sudah dijual sedangkan anak kerbau milik Ratini telah diobati oleh mantri kesehatan hewan," ulasnya.

Pihaknya mengimbauan masyarakat yang berada di sekitar lokasi kejadian untuk waspada dan berhati-hati serta mengamankan ternak peliharaannya. 

"Jangan pergi ke kebun sendirian serta awasi ternak jangan sampai jauh dari permukiman," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, Seekor ternak warga di, Nagari sungai Puar di laporkan diserang oleh hewan buas jenis Harimau Sumatera, Selasa (23/6/2020). Namun setelah menuju lokasi, BKSDA Agam kembali menerima informasi ada tambahan kerbau yang diserang oleh hewan buas tersebut.

Guna memastikan pihaknya langsung menuju lokasi untuk melakukan pemantauan dan diputuskan pengawasan tersebut dilakukan selama tiga hari dengan menggunakan 3 kamera untuk mengintai pergerakan Harimau.

(han)


Berita Terkait

Baca Juga