Kucing Emas yang Ditemukan Warga Terjerat Perangkap Babi di Agam Akhirnya Mati

Kucing Emas yang Ditemukan Warga Terjerat Perangkap Babi di Agam Akhirnya Mati Kucing Emas yang ditemukan warga terjerat perangkap Babi di Kamang Mudiak, Kabupaten Agam, sebelum mati dua hari yang lalu, Selasa (16/6/2020)(Foto:dok.bksda)

Covesia.com - Setelah mendapatkan perawatan hewan langka jenis Kucing Emas, yang terjerat oleh perangkap babi yang dipasang warga di pinggiran hutan Sungai Dareh Pauah, Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Selasa kemarin (16/6/2020), kemarin akhirnya mati, Kamis (18/6/2020).

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Bukittinggi, Vera Chiko mengatakan, hewan dengan nama latin (Catompuma Temmicki) tersebut diperkirakan mati antara malam dini hari tadi.

Dari hasil penyelidikan dokter diperkirakan kematian diakibat luka kaki kiri yang terjerat jebakan babi cukup parah. "Saat kita evakuasi lukanya sudah cukup parah bahkan sudah dikerubungi lalat," ujarnya saat dikonfirmasi Covesia.com, Kamis.

Setelah itu lajut Chiko, kematian hewan dilindungi tersebut juga disebabkan banyaknya ektoparasit (kutu) disekujur badan hal itu diketahui setelah mati, semua kutu-kutu keluar dari bulu kucing emas. "Dari analisa dokter kematian kucing juga disebabkan annemia berat, akibat banyaknya ektoparasit di sekujur tubuhnya. Selain itu tingginya tingkat stres kucing karena bertemu dengan manusia juga bisa menjadi pemicu kematian," katanya.

Saat ini bangkai kucing sudah dikuburkan di samping klinik milik Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi. 

Dijelaskan Chiko, pihaknya bersama Tim TMSBK Bukittinggi sudah melakukan upaya maksimal untuk memulihkan kondisi kucing. Namun dalam proses perawatan kucing hanya bisa bertahan satu hari. "Kita sudah merawat, memberikan obat dan herbal serta memantau perkembangan kesehatannya," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan seekor hewan langka jenis kucing emas ditemukan terjerat di perangkap babi yang dipasang warga di pinggir hutan Sungai Dareh Pauah, Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek. Mendapat informasi tersebut BKSDA Resor Bukittinggi dan Tim TMSBK Bukittinggi lansung kelokasi untuk melakukan evakusi. 

Dari hasil pengamatan, hewan dengan jenis kelamin jantan ini berusia sekitar 4 tahun dan berbobot 7 atau 8 Kg. Ia menderita luka serius pada kaki depan kiri sehingga harus mendapatakan perawatan.

(jhn)


Berita Terkait

Baca Juga