Ini Peran 3 Tersangka Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Anggota DPR Mulyadi

Ini Peran 3 Tersangka Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Anggota DPR Mulyadi Anggota DPR RI Mulyadi

Covesia.com - Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumatera Barat (Sumbar) Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan tiga tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik Anggota DPR RI Mulyadi memiliki peran masing-masing.

Baca juga: Kasus Pencemaran Nama Baik Mulyadi, 2 Tersangka adalah PNS dan Honorer di Pemkab Agam

Tiga tersangka tersebut yaitu Eri Syofiar (58), Robi Putra (33), dan Rozi Hendra (50). Eri, tuturnya, memilik peran sebagai pembuat akun Facebook Mar Yanto.

"Sedangkan Robi berperan mengirimkan foto kepada Eri. Dan, Rozi yang memposting," ujarnya saat ditemui Covesia di ruang kerjanya di Mapolda Sumbar, Kamis (18/6/2020).

Ketiga tersangka tersebut saat ini sudah ditahan di Mapolda Sumbar.

Stefanus menjelaskan dua tersangka dua dari tiga tersangka, kasus dugaan pencemaran nama baik Mulyadi tersebut bekerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Agam.

Dua tersangka tersebut yaitu Eri bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Robi bekerja sebagai honorer.

Sementara satu orang lagi yaitu Rozi Hendra (50) bekerja sebagai swasta.

Dia menjelaskan Eri dan Rozi yang beralamat di Agam ditangkap di kabupaten itu. Sedangkan Robi beralamat di Padang Pariaman ditangkap di Padang.

Mereka ditangkap, Rabu (17/6/2020) kemarin, berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian.  

Tiga orang tersebut sebelumnya berstatus sebagai saksi dan saat ini berstatus sebagai tersangka. Total, ada 14 saksi yang telah diperiksa terkait kasus ini, termasuk di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Agam Martias Wanto dan Bupati Agam Indra Catri.

Penyelidikan dilakukan menindaklanjuti laporan Refli Irwandi (40), Kamis (4/5/2020), dengan nomor LP/191/V/2020/SPKT Sbr terkait kasus dugaan pencemaran nama baik Mulyadi melalui akun Facebook Maryanto yang diduga akun bodong

Postingan tersebut dilihat saksi pelapor Refli Irwandi (40), pada Kamis (23/4/2020) sekira pukul 17.00 WIB, saat berada dirumahnya.

"Saksi pelapor menggunakan perangkat elektronik berupa handphone dan membuka aplikasi Facebook, kemudian melihat foto-foto dengan seorang perempuan disertai tulisan dengan kata-kata yang tidak pantas," terang Stefanus.

(fkh/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga