Polda Sumbar Kembali Limpahkan Berkas Perkasa Kasus NN ke Kejari Padang

Polda Sumbar Kembali Limpahkan Berkas Perkasa Kasus NN ke Kejari Padang Kepala Bidang Humas Polda Sumbar Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto. Sumber: istimewa

Covesia.com - Polda Sumatera Barat (Sumbar) pada Kamis (18/6/2020), menyerahkan berkas perkara (tahap dua) berupa barang bukti dan tersangka kasus prostitusi daring yang melibatkan seorang pekerja seks berinisial NN (26) dan muncikarinya AS (24) ke Kejaksaan Negeri Padang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Humas Polda Sumbar Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto saat ditemui Covesia di ruangan kerjanya di Mapolda Sumbar, Kamis (18/6/2020).

"Kasusnya NN hari ini tahap kedua yaitu penyerahan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan. Hari ini diserahkan," ujarnya.

Selain NN, berkas perkara muncikarinya AS (24) juga dilimpahkan hari ini oleh pihak kepolisian ke kejaksaan.

Sebelumnya, diberitakan Covesia.com pada Rabu (15/4/2020), Stefanus mengatakan Polda Sumbar sudah mengajukan berkas tahap satu ke kejaksaan. Meski demikian, pihak kejaksaan mengembalikan berkas tersebut ke pihak kepolisian untuk diperbaiki kembali.

Baca juga: Perkembangan Kasus NN yang Digerebek Andre Rosiade, Polda Sumbar: Masih P-19

"Jadi, kasusnya sudah tahap satu untuk yang kedua kalinya. Berkasnya sudah lengkap menurut kepolisian. Tapi dari kejaksaan P-19, disuruh diperbaiki. Selesai diperbaiki penyidik, diserahkan lagi ke kejaksaan," ujarnya saat ditemui Covesia di ruangannya Lantai 1 Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sumbar, Rabu (15/4/2020).

NN merupakan wanita yang digerebek oleh Anggota DPR RI Andre Rosiade bersama personel Polda Sumbar di kamar 606 Hotel Bumi Minang Kota Padang Sumbar, akhir Januari lalu.

Berdasarkan keterangan pers yang diterima Covesia dari Stefanus, kasus prostitusi tersebut terungkap dari informasi dari Andre Rosiade.

Andre Rosiade, kata Stefanus, ingin membuktikan bahwa di Kota Padang banyak terjadi prostitusi daring. 

Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar itu, kata Stefanus pula, ingin 'membuka mata' Pemerintah Kota Padang dan DPRD Sumbar agar tidak membiarkan polisi bekerja sendiri, melainkan harus bisa bekerja sama. 

"Andre ini ingin ikut serta memberantas maksiat tersebut. Ia memancing dan memesan pekerja seks komersial dengan masuk ke aplikasi MiChat melalui akun temannya. Ia pun melakukan transaksi dan disepakati harga Rp800.000 di salah satu hotel di Kota Padang," sebut Bayu.

Saat ditemui Covesia di Mapolda Sumbar, Senin (3/1/2020), NN mengaku bahwa, sebelum digerebek, dirinya 'dipakai' lebih dulu oleh seorang pria di kamar 606 tersebut. 

(fkh/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga