Protes Warga AS Ricuh, Jam Malam Diberlakukan di Minneapolis

Protes Warga AS Ricuh Jam Malam Diberlakukan di Minneapolis Pendemo berseru di depan kantor polisi kelima pada hari keempat aksi protes setelah insiden tewasnya George Floyd saat ditahan polisi di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat, Jumat (29/5/2020). Sumber: ANTARA/REUTERS/Nicholas Pfosi

Covesia.com -  Jam malam dan penutupan sejumlah tol diberlakukan Pemerintah Kota Minneapolis, Amerika Serikat, untuk membatasi pergerakan pengunjuk rasa. Aksi protes ribuan pengunjuk sekaitan dengan tewasnya George Floyd, warga kulit hitam akibat tindakan seorang anggota kepolisian di kota itu.

"Pemerintah Kota Minneapolis dan St. Paul telah menetapkan perpanjangan jam malam sampai dengan Minggu (31/5). Penerapan jam malam juga diikuti oleh kota-kota lain di sekitar seperti Maple Grove, Robbinsondale, Edina, Brooklyn Park, Bloomington, Richfield, Roseville, dan Anoka County," sebut Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Chicago dalam keterangan tertulisnya, seperti dilansir Antara, Minggu (31/5/2020).

Departemen Transportasi negara bagian Minnesota yang menaungi Minneapolis mengumumkan penutupan lima ruas tol menuju kota mulai pukul 19:00 waktu setempat.

Langkah itu diambil untuk menutup akses masuk massa dari luar ke kota kembar Minneapolis dan St. Paul.

Gubernur Minnesota, Tim Walz, sejak Sabtu (30/5) mengerahkan 1.000 petugas keamanan tambahan guna membantu 500 personel National Guard dan 200 anggota kepolisian negara bagian yang telah menjaga sejumlah kota tempat berlangsungnya aksi massa.

"Menurut gubernur Minnesota, secara keseluruhan pihaknya akan mengerahkan hingga 2.500 personel pengamanan tambahan atau tiga kali lipat kondisi normal. Sementara itu, Minnesota National Guard pada Sabtu malam menyiagakan 4.100 personel dan siap mengerahkan sampai 10.800 anggota untuk membantu memulihkan kondisi di Minneapolis dan sekitarnya," kata KJRI Chicago menyampaikan perkembangan terkini di wilayah tersebut.

Aparat dalam jumlah besar dikerahkan karena menurut Gubernur Walz jumlah massa yang turun ke jalan mencapai tiga kali lebih besar dari aksi protes menentang rasisme pada 1960. "Hingga Sabtu, Kepolisian Minnesota telah menahan lebih dari 70 pengunjuk rasa yang tertangkap tangan melakukan kerusakan dan melanggar ketentuan jam malam," tambah pihak KJRI.

Di tengah aksi massa yang beberapa di antaranya berujung ricuh, KJRI Chicago memastikan ribuan warga negara Indonesia yang tinggal di daerah berlangsungnya unjuk rasa tetap aman.

Setidaknya ada 1.990 WNI yang saat ini tinggal di sembilan kota tempat berlangsungnya unjuk rasa. Sembilan kota itu berada di tujuh negara bagian di daerah Midwest, di antaranya Minnesota, Indiana, Iowa, Ohio, Nebraska, Michigan, dan North Dakota. Daerah tersebut merupakan wilayah kerja KJRI Chicago.

"Sampai dengan jam 12:00 Sabtu malam (30/5), WNI yang ada di kota-kota yang dilanda aksi protes dalam keadaan baik dan aman. Jumlah WNI yang terdapat di kota-kota tersebut adalah: Chicago (864 orang), Minneapolis dan St. Paul (272), Detroit (334), Des Moines (36), Cincinnati (81), Columbus (277), Cleveland (68), Toledo (31), dan Dayton (27)," kata KJRI Chicago lewat pernyataan tertulisnya.

Ribuan warga AS menggelar unjuk rasa atas kematian George Floyd yang tewas setelah lehernya diinjak oleh anggota kepolisian Minneapolis, Derek Chauvin. Pelaku pembunuhan saat ini telah dipecat dari kepolisian dan dijatuhi dugaan pembunuhan tanpa sengaja tingkat tiga (third-degree murder) dan kelalaian yang menyebabkan seseorang tewas tingkat dua (second-degree manslaughter).

Meskipun Chauvin telah ditahan di Ramsey County Jail dengan jaminan 500.000 dolar AS (sekitar Rp7,161 miliar), pengunjuk rasa mendesak kepolisian memecat tiga anggota lainnya yang terlibat dalam kematian Floyd.

Sejauh ini, aksi protes masih berlanjut di kota kembar Minneapolis dan St. Paul dan telah menyebar ke 30 kota di AS.

Berita Terkait

Baca Juga