Rendahnya Daya Beli Masyarakat Sebabkan Sejumlah Harga Kebutuhan Pokok di Kota Pariaman Alami Penuru

Rendahnya Daya Beli Masyarakat Sebabkan Sejumlah Harga Kebutuhan Pokok di Kota Pariaman Alami Penuru Foto: Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Pariaman, Gusniyetti Zaunit.

Covesia.com - Akibat rendahnya daya beli masyarakat, sehingga membuat harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) mengalami penurunan. 

Penurunan terjadi pasca-lebaran ini, mungkin karena rendahnya daya beli masyarakat serta banyaknya pasokan  bahan kebutuhan pokok masuk ke Kota Pariaman. 

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Pariaman, Gusniyetti Zaunit menyebutkan, sebenarnya secara umum harga komoditas di Kota Pariaman masih stabil. 

"Namun ada sebagian harga bahan kebutuhan pokok yang mengalami penurunan," kata Gusniyetti Zaunit pada Jumat (29/5/2020).

Seperti, harga cabai yang sebelumnya Rp20 ribu, sekarang menjadi Rp15 ribu perkilogramnya. Kemudian, harga gula yang sebelumnya Rp20 ribu sekarang menjadi Rp17 ribu perkilogram.

"Perubahan harga itu sudah berlangsung sejak ramadan kemaren," ujarnya. 

Gusniyetti mengatakan, harga kebutuhan pokok lain yang mengalami perubahan yaitu bawang merah lokal, sebelumnya Rp60 ribu perkilogram namun sekarang menjadi Rp55 ribu perkilogram.

Sementara itu salah seorang pedagang cabe di Pasar Pariaman Anto (36) mengatakan, turunnya harga sejumlah kebutuhan pokok di kota itu, karena menurunnya daya beli masyarakat.

"Setelah itu pasokan dari daerah lain juga banyak. Seperti cabai, ada yang datang dari Medan dan Jawa sedangkan di sini daya beli berkurang," ungkapnya. 

Anto berharap, semoga saja kondisi ini cepat berakhir, dan perekonomian kembali normal seperti sebelumnya.

(per/adi)

Berita Terkait

Baca Juga