H+2 Lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah, Sembako di Tuapejat-Mentawai Langka

H2 Lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah Sembako di TuapejatMentawai Langka Lapak-lapak penjualan ikan yang ada di TPI Tuapejat tampak kosong, Selasa (26/5/2020)(Foto: Septin)

Covesia.com - Sejak H-1 hingga H+2  hari raya idul fitri, sembako di desa Tuapejat Kecamatan Sipora utara mulai langka. Kelangkaan tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya kapal ASDP yang biasanya mengangkut bahan sembako dari Padang, sejak Jumat lalu (22/5/2020) hingga senin (25/5/2020) tidak beroperasi menuju Tuapejat di saat lebaran hingga Jumat (29/5/2020) mendatang.

Adapun bahan-bahan sembako di warung-warung sudah tampak kosong.

"Bahan sembako mulai kosong sejak sebelum lebaran karena banyak yang membeli untuk membuat bahan kue dan kapal tidak masuk," ujar Habib, salah seorang pedagang di Tuapejat selasa (26/5/2020).

Sementara itu stok ayam juga tampak kosong pada kios-kios ayam.

"Sejak Jumat lalu, ayam kosong karena kapal tidak masuk. Mudah-mudahan Jumat nanti sudah normal kembali. Biasanya kita menjual Rp 65 ribu per ekor dengan bobot sekira 2 kilogram," tutur Dasril, seorang pemilik usaha kios ayam di Tuapejat.

Selain itu, lapak ikan di TPI (tempat pelelangan ikan) juga mengalami hal yang sama.

Kalaupun ada, stoknya hanya sedikit.

"Sebab lapak ikan masih kosong karena selain kondisi cuaca juga masih dalam suasana lebaran," kata Jefri salah seorang Pedagang ikan di TPI.

Adapun harga ikan yang dijual fluktuatif dan kemungkinan naik sekira Rp5.000 tergantung modal saat membeli ikan dari nelayan.

"Kita terkendala pabrik es, di TPI macet (tidak produksi) sehingga kita memakai es kulkas sementara ini," kata Jefri.

Selain itu ia juga menuturkan bahwa pihaknya juga terkendala oleh atap gedung TPI yang sudah bocor apalagi ketika hujan dan angin kencang.

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Mentawai, Usman Labai mengatakan bahwa pihaknya mengusulkan anggaran untuk perbaikan atap di TPI melalui APBD perubahan tahun 2020 dimana gedung tersebut juga merupakan aset pemerintah.

Kontributor: Kornelia Septin Rahayu

Berita Terkait

Baca Juga