Warga Koto Alam Ditahan Polres Limapuluh Kota Karena Halangi Aktivitas Tambang

Warga Koto Alam Ditahan Polres Limapuluh Kota Karena Halangi Aktivitas Tambang Ilustrasi (Doc.Covesia)

Covesia.com – Seorang warga Nagari Koto Alam, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat ditahan oleh Polres Limapuluh Kota setelah melakukan penganiayaan dan menghalangi aktivitas tambang batu di Joorng Polong Duo, Kenagarian Koto Alam tersebut, Selasa (12/5/2020). Saat ini, warga yang berinisial JM ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan tengah mendekam di sel Mapolres Limapuluh Kota.

Informasi yang dihimpun Covesia.com, Jumat (22/5/2020), kejadian ini berlangsung karena persoalan tanah yang saling klaim antara kedua kelompok masyarakat Koto Alam. Tersangka JM merasa tanahnya yang digunakan oleh perusahaan tambang batu PT MASA belum dilunasi. Sehingga memblokade ruas jalan masuk ke PT MASA dengan potongan kayu. Sedangkan di pihak lain, kelompok RM mengklaim tanah tersebut miliknya dan telah dijual ke PT MASA untuk keperluan operasional perusahaan.

Tepat pukul 14.30 WIB, terjadi perdebatan kelompok JM dan RM dilokasi blokade. Saat memblokade, kelompok JM membentangkan spanduk bertuliskan “TANAH INI MILIK M. NASIR”. Spanduk dan bentangan kayu inilah yang disingkirkan oleh kelompok RM yang dibantu oleh beberapa karyawan PT MASA.

Tidak terima blokadenya disingkirkan, JM memukuli RM dan hal ini hampir membuat keributan. Namun beruntung pertikaian tidak berlanjut karena cepat diredam oleh masyarakat yang turut melihat pertikaian.

Tidak terima dipukul, RM bersama perusahaan PT MASA melaporkan JM ke Polres Limapuluh Kota dengan nomor : LP/K/83/V/2020/SPKT LPK, tanggal 12 Mei 2020. Kemudian laporan ini ditindaklanjuti oleh Satreskrim Polres Limapuluh Kota dengan mengamankan JM berdasarkan surat perintah Penyidikan Nomor SP. Sidik/36/V/RES.1.6/2020 tanggal 16 Mei 2020.

“Pelaku penganiayaan sudah kami amankan di Mapolres Limapuluh Kota dan sudah ditetapkan sebagai tersangka,” Sebut Kasat Reskrim Polres Limapuluh Kota, AKP Zul Andri kepada Covesia.com ketika di konfirmasi, Kamis (21/5/2020).

Zul Andri menyebutkan pihaknya sempat mengamankan beberapa orang dari pihak JM. Setelah dilakukan pemeriksaan, hanya JM yang dilakukan penahanan dan ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan yang lain masih sebagai saksi karena tidak terlibat dalam pemukulan.

“Yang melakukan penganiayaan hanya JM, sedangkan yang lain hanya membantu untuk menghalangi aktivitas operasional perusahaan,” sebut Zul Andri lagi.

Dari pengakuan JM, disebutkan Zul Andri dirinya bahkan JM tersulut emosi setelah kaki kirinya tersenggol batangan kayu yang menggelinding saat pembongkaran blokade. Secara spontan ia langsung mengejar RM dan memukul dibagian wajah.

“Pengakuan tersangka demikian. beliau reflek melakukan hal tersebut karena tersulut emosi akibat kakinya terkena potongan kayu yang menggelinding,” ucap Zul Andri.

Sampai berita ini diturunkan, Polres Limapuluh Kota masih melakukan penahanan kepada tersangka JM dan memeriksa sejumlah saksi untuk penyidikan lebih lanjut.

(agg)

Berita Terkait

Baca Juga