Perusahaan Seluler Diminta Jangan Hanya Kejar Untung di Tengah Pandemi

Perusahaan Seluler Diminta Jangan Hanya Kejar Untung di Tengah Pandemi Nevi Zuairina

Covesia.com - Anggota DPR RI Fraksi PKS Nevi Zuairina  meminta perusahaan penyedia layanan komunikasi seluler fokus berkontribusi memudahkan sektor pendidikan dan jangan hanya sekada mengejar keuntunga.

“Perusahaan penyedia layanan seluler harus memastikan jaringn internetnya tidak lelet dan bisa berikan quota murah kalau bisa gratis, saat pandemi di mana semua siswa dipindahkan belajar ke rumah, jangan ambil untung dalam kesulitan,”ujar Nevi Zuairina pada Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) virtual Komisi VI DPR RIdengan PT XL Axiata dan PT Indosat, Selasa (12/5/2020).

Nevi juga meminta penyedia jaringan internet seperti Telkomsel, XL dan Indosat memberikan kemudahan market dan transaksi online kepada pelaku UMKM.

“UMKM menjerit akses dari dampak penanganan Covid-19, mereka mau masuk ke pasar online dan bertransaksi online mestinya developmant program di Telkomsel, Indosat dan XL buat aplikasi mudah dan simple untuk market online UMKM ini,” ujar Politisi Perempuan PKS dari daerah Pemilihan Sumbar II itu.

Nevi di RDPU Komisi VI DPR RI hari ini mengingatkan direksi perusahaan agar memberikan pelayanan maksimal di masa pandemi covid-19. 

“Berikan layanan paripurna sebagai bentuk ikut menyukseskan stay at home dan work from home yang dianjurkan pemerintah dan WHO untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Dalam RDP tersebut, XL dan Indosat diharapkan  juga berandil kurangi Blank Spot (area tanpa sinyal) yang masih banyak di daerah-daerah. 

“Saya sangat apresiasi perusahaan-perusahaan yang memberi sumbangan pada negara mencapai Rp 4 triliun tiap tahunnya. Ini menunjukkan betapa besarnya keuntungan sektor telekomunikasi selular ini karena hampir seluruh rakyat Indonesia tidak lepas dari gawai," ujar Nevi.

Ia menambahkan sekarang dapat dipastikan, penggunaan layanan data internet semakin melonjak pada tingkat retail individu. Sehingga tingkat keamaan data pelanggan harus menjadi sangat prioritas. 

“Jangan sampai ada data pelanggan yang bocor sehingga dipergunakan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab," ulasnya.

(ril)

Berita Terkait

Baca Juga