Virus Corona Diprediksi Bakal Menyebar Hingga 70 Persen Populasi

Virus Corona Diprediksi Bakal Menyebar Hingga 70 Persen Populasi Ilustrasi

Covesia.com - Ahli penyakit menular menilai serangan virus Corona COVID-19 di dunia masih dalam tahap awal. Michael Osterholm, direktur Pusat Penelitian dan Kebijakan Penyakit Menular di Universitas Minnesota, mengatakan virus Corona COVID-19 akan terus menginfeksi semua orang.

"Virus sialan ini akan terus berlanjut sampai menginfeksi semua orang yang mungkin bisa," kata Osterholm, Senin, selama pertemuan dengan Dewan Editorial AS, dikutip dari USA Today pada Selasa (12/5/2020).

"Itu pasti tidak akan melambat hingga mencapai 60 sampai 70 persen dari populasi, jumlah yang akan menciptakan kekebalan pada sekelompok orang (herd immunity) dan menghentikan penyebaran virus Corona," lanjutnya.

Bahkan ia menyebutkan jika kasus baru Corona mulai memudar di musim panas ini, hal ini memungkinkan menjadi indikator bahwa virus Corona baru mengikuti pola musiman yang mirip dengan flu.

Menurutnya, selama pandemi flu 1918 silam saja sepertiga penduduk dunia dilaporkan sakit, New York City dan Chicago pun disebut kewalahan dalam gelombang pertama yang menginfeksi sebagian besar kota seperti Boston, Detroit, Minneapolis, dan Philadelphia. Gelombang penyakit kedua pun disebutnya jauh lebih parah di seluruh negeri.

Michael menjelaskan jika virus Corona COVID-19 mundur hanya untuk kembali pada musim gugur, jumlah kasus Corona nantinya dapat memuncak dan memenuhi rumah sakit yang harus menangani kasus flu dan virus pernapasan. Selain itu, negara-negara Asia seperti Korea Selatan dan Singapura, yang semula melakukan kontrol ketat dan pengujian cepat untuk mengatasi wabah Corona selama gelombang pertama pun rentan terhadap adanya gelombang kedua virus Corona COVID-19.

"Ini puncak besar yang benar-benar akan membuat kita masuk. Seperti banyak rasa sakit, penderitaan, kematian dan gangguan ekonomi yang kami alami, saat ini hanya ada 5 hingga 20% dari orang yang terinfeksi. Itu cara yang panjang untuk mencapai 60 hingga 70%," jelasnya.

"Kita semua harus menghadapi kenyataan bahwa tidak ada peluru ajaib, kekurangan vaksin, yang akan membuat ini hilang," katanya.

(lif/dtc)

Berita Terkait

Baca Juga