Warga Agam Serahkan Tujuh Ekor Kura-kura Langka ke BKSDA

Warga Agam Serahkan Tujuh Ekor Kurakura Langka ke BKSDA Foto BKSDA Agam.

Covesia.com - Warga Jorong Malabur Nagari Bawan kecamatan Ampek Nagari kecamatan Ampek Nagari Kabupaten Agam 7 (tujuh) ekor satwa langka dan dilindungi jenis Kura kura kaki gajah atau Baning coklat kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). 

Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) BKSDA Agam, Ade Putra mengatakan, hewan dengan nama latin Manouria emys itu diserahkan oleh Uzi M Fikri (36) setelah sempat beberapa waktu dipeliharanya.

"Pada awalnya petugas Kepolisian Sektor Ampek Nagari memberikan sosialisasi kepada Uzi dan mengarahkan agar satwa tersebut diserahkan kepada BKSDA, mengingat satwa tersebut adalah satwa tersebut adalah satwa langka dan dilindungi undang-undang," ujarnya saat dikonfismasi Covesia.com Kamis (9/4/2020).

Mendapat laporan tersebut petugas BKSDA langsung melakukan identifikasi terhadap satwa reptil tersebut. Berdasarkan hasil identifikasi diketahui jenisnya adalah Kura kura kaki Gajah atau Baning Coklat (Manouria emys) dan termasuk dalam jenis satwa dilindungi.

"Kepada kami, Uzi mengaku, sebelumnya satwa tersebut ia minta kepada warga yang menjadikannya sebagai mainan. Setelah beberapa hari dipelihara dan mendapat informasi bahwa hewan dilindungi ia mendatangi dan menyerahkan Kura-kura itu kepada  BKSDA," lanjutnya.

Dijelaskan Ade, 7 ekor Kura kura tersebut terdiri dari empat ekor berkelamin betina dan tiga ekor berkelamin jantan dengan berat antara 2 sampai dengan 15 kilogram dengan berbagai ukuran.

Ketujuh satwa tersebut selanjutnya dievakuasi petugas BKSDA untuk dilepasliarkan di kawasan hutan konservasi Suaka Marga Satwa Malampah Alahan Panjang di kabupaten Pasaman.

"Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pelapor dan pihak Kepolisian Sektor Ampek Nagari yang telah membantu upaya penyelamatan jenis satwa langka dan dilindungi," kata Ade.

Pihaknya berharap tindakan ini bisa menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat lainnya agar melaporkan dan menyerahkan satwa dilindungi kepada aparat berwajib setempat atau langsung kepada BKSDA.

Dijelasnya lagi, Satwa jenis ini terus mengalami penurunan jumlah populasi di alam. Karena alasan-alasan itulah maka organisasi konservasi dunia, IUCN semenjak tahun 2000 menempatkan baning cokelat ini ke dalam status Terancam Kepunahan (EN, Endangered).

Sedangkan di Indonesia dimasukan ke dalam jenis satwa liar dilindungi sesuai dengan Undang undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor.P.106 tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar Dilindungi.

"Kura kura kaki Gajah atau Baning Coklat memiliki ciri khas kakinya besar-besar menyerupai kaki gajah, dengan jari-jari yang tidak tampak jelas. Kaki belakang berkuku lima dan kaki depan berkuku empat, berbentuk meruncing; sisik-sisik di kaki menebal serupa kuku serupa perisai," terang Ade.

(han/adi)

Berita Terkait

Baca Juga