Hasil Rapid Test, Seorang Mahasiswi Sipora Utara Mentawai Dinyatakan Terjangkit Corona

Hasil Rapid Test Seorang Mahasiswi Sipora Utara Mentawai Dinyatakan Terjangkit Corona Sumber: istimewa

Covesia.com - Seorang warga di Sipora utara dinyatakan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) pertama di Kabupaten Kepulauan Mentawai oleh satuan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 (Virus Corona).

Pasien PDP tersebut diketahui seorang mahasiswi (Kode 324.I) yang mudik dari Jakarta dan tercatat sejak 27 Maret 2020 sebagai ODP dengan keluhan batuk. Dia menjalani isolasi diri di rumah 14 hari. 

Sebelum masa pemantauan sebagai ODP berakhir, pasien dilakukan pemeriksaan dengan Rapid Test Anti Bodi di RSUD Mentawai dan hasilnya dinyatakan positif terjangkit virus corona.

Kepala Dinas Kesehatan Mentawai, Lahmuddin Siregar selaku jubir gugus tugas menjelaskan bahwa rapid test adalah metode skrining awal dengan sampel darah untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus corona.

"Rapid test hanyalah sebagai skrining atau pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa pasti infeksi virus corona atau Covid-19," papar Lahmuddin, Kamis (9/4/2020).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pasien yang hasil rapid test positif tersebut akan dilakukan pemeriksaan swab melalui lendir hidung atau tenggorokan dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) yang bisa mendeteksi langsung keberadaan virus Corona. Tes PCR tersebut yang nantinya akan memastikan apakah ia positif terinfeksi corona atau tidak.

"Kita usahakan malam nanti bahannya datang. Kemudian, sampel PDP dengan kode (324i) tersebut akan dibawa ke Padang pada hari jumat (10/4/2020) melalui kapal ASDP untuk diserahkan kepada pihak terkait agar dilakukan swab," tuturnya.

Lebih lanjut ia menerangkan bahwa antibodi yang terdeteksi pada rapid test bisa saja merupakan antibodi terhadap virus lain atau corona virus jenis lain, bukan yang menyebabkan Covid-19. Untuk diketahui, corona virus memiliki 4 genus yaitu alfa, beta, gamma, dan delta corona virus dan yang menginfeksi manusia adalah genus alfa dan beta.

"Semoga hasilnya negatif. Masyarakat jangan panik, tetap ikuti imbauan jaga kesehatan, jaga jarak, pakai masker, rajin cuci tangan pakai sabun," pungkasnya.

Kontributor: Kornelia Septin Rahayu

Berita Terkait

Baca Juga