Polisi Amankan Puluhan Kayu Gelondongan Ilegal di Pasaman

Polisi Amankan Puluhan Kayu Gelondongan Ilegal di Pasaman Puluhan potong kayu gelondongan ilegal yang diamankan Polres Pasaman, Senin (6/4/2020) (Ist)

Covesia.com - Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat mengamankan puluhan potong kayu gelondongan ilegal.

Kapolres Pasaman, AKBP Hendri Yahya kepada Covesia.com, mengatakan pihaknya juga mengamankan empat pelaku yang mengangkut puluhan potong kayu gelondongan tersebut.

"Empat tersangka bersama puluhan potong kayu gelondongan ilegal jenis Tarok diringkus di Jalan Umum Kuburan Duo Jorong Murni, Nagari Panti, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman sekitar pukul 00.30 WIB dini hari tadi," terang AKBP Hendri Yahya didampingi Kasatreskrim, AKP Lazuardi, Senin (6/4/2020).

AKBP Hendri Yahya menyebutkan puluhan potong kayu ilegal itu akan dijual pelaku ke daerah Sumatera Utara.

"Keempat pelaku masing-masing berinisial NT, (41) warga Kabupaten Aceh Tenggara, ZL (35), AFM (34) dan J , (24) warga Kabuapten Asahan," kata AKBP Hendri Yahya.

Dari tangan pelaku berhasil diamankan Barang Bukti (BB) berupa 33 potong kayu gelondongan ilegal jenis Tarok.

"Kemudian dua uni truck masing-masingĀ  truck merk Mitsubishi Colt Diesel ps 136 warna kuning dengan nomor Polisi BM-8534-DI dan truck merk Mitsubishi Colt Diesel ps 136 warna kuning nomor Polisi BK-1044-YG," katanya.

Sementara Kasatreskrim, AKP Lazuardi mengatakan keempat pelaku bersama BB sudah diamankan di Mako Polres Pasaman untuk proses hukum lebih lanjut.

"Pelaku melanggar Pasal 83 ayat 1 UU nomor 18 thn 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan yang berbunyi: Orang perseorangan yg dengan sengaja mengangkut, menguasai, atau memiliki hasil hutan kayu yang tidak di lengkapi secara bersama surat keterangan sahnya hasil hutan sebagaimana dimaksud dalam pasal 12 e di pidana dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun. Kemudian denda paling sedikit Rp500 juta dan paling banyak Rp2,5 Miliar," tutupnya.

(hri)

Berita Terkait

Baca Juga