Positif Covid-19 atau Tidak, 20 Siswa Setukpa Asal Sumbar Masih Tahap Pemeriksaan di Sukabumi

Positif Covid19 atau Tidak 20 Siswa Setukpa Asal Sumbar Masih Tahap Pemeriksaan di Sukabumi Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Stefanus Budi Setianto

Covesia.com - Sebanyak 20 dari 46 siswa Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lembaga Pendidikan Polri (Lemdikpol) Sukabumi, asal Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), masih dalam tahap pemeriksaan apakah positif Covid-19 atau bukan.

"Mereka masih dalam tahap pemeriksaan di Sukabumi," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sumbar Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto saat dihubungi Covesia via telepon, Kamis (2/4/2020).

Dia belum bisa memastikan apakah 20 siswa tersebut positif atau negatif Covid-19. Dia juga belum mendapatkan informasi apakah 20 siswa itu memiliki gejala Covid-19.

"Kita belum tahu. Kita belum dapat informasi dari dokter di sana. Penyampaiannya, (mereka) masih dalam tahap pemeriksaan. Karena siswanya banyak. Jadi, pemeriksaannya bergantian," jelasnya.

Sementara itu, 26 siswa lainnya sudah dipulangkan ke Sumbar untuk menjalani cuti pendidikan. Saat ini, kata Stefanus, 26 siswa tersebut sedang dikarantina di Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Padang Besi selama 14 hari.

"Hal tersebut sesuai protokol yang berlaku. Yang berasal dari luar Sumbar harus menjalani isolasi selama 14 hari," ujarnya.

Stefanus menuturkan bahwa saat ini 26 siswa yang sudah di Sumbar tersebut dalam keadaaan baik. Mereka, lanjut Stefanus, tidak akan diuji swab lagi untuk memastikan apakah  Covid-19 atau tidak. Mereka tidak memiliki gejala  terjangkit virus Corona.

"Mereka tidak batuk, demam, atau sesak napas. Mereka sekarang dalam keadaan baik," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengungkapkan hasil rapid test terhadap 1.550 siswa Sekolah Pembentukan Perwira Lembaga Pendidikan Polri (Setukpa Lemdikpol), sebanyak 300 di antaranya positif Covid-19.

"Dari 300 siswa SIP yang positif Covid-19 melalui pemeriksaan cepat ini, sudah dilakukan isolasi khusus di Setukpa Lemdikpol Sukabumi," kata dia.

Menurut dia, rapid tes yang dilakukan secara masal kepada 1.550 siswa SIP ini berawal dari adanya seorang siswa yang mengeluh sakit demam berdarah dengue (DBD) dan delapan lainnya juga mengeluh mengalami demam tinggi.

Setelah dilakukan rapid test ternyata ada tujuh yang yang positif COVID-19 dan mereka saat ini sedang menjalani perawatan RS Polri Said Sukanto, Jakarta, sementaradua siswa lainnya menjalani perawatan di RS Bhayangkara Brimob Jakarta.

Sedangkan siswa yang dinyatakan negatif, dipulangkan ke daerah asalnya atau cuti.

"Mereka yang dinyatakan positif COVID-19 tidak diizinkan pulang dan harus menjalani isolasi selama 14 hari dan mereka yang pulang pun diinstruksikan untuk melakukan isolasi mandiri," tambahnya.

Sementara Kapusdokkes Polri Brigjen Pol Musyafak mengatakan hasil rapid test ini tidak menjamin 300 siswa SIP ini positif COVID-19 karena akurasinya hanya 80 persen dan itu pun tidak khusus COVID-19. Sebab untuk menentukan mereka benar-benar positif atau negatif virus mematikan tersebut harus melalui uji pemeriksaan swab.

Selama masa isolasi di Setukpa Lemdikpol Sukabumi ini, mereka ditangani seperti orang dalam pemantauan (ODP) seperti pemberian vitamin C baik dengan cara dimakan maupun injeksi, diberikan suplemen imun tubuh, serta ditambah dengan makanan yang bergizi untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan atau imun tubuh.

Selain itu, untuk mengetahui tingkat kesehatan para siswa ini, pihaknya juga sudah melakukan rontgen terhadap paru-parunya dan hasilnya normal atau cukup baik dan pneumonia negatif. Kemudian, kegiatan lainnya untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya melalui olah raga ringan dan berjemur di waktu tertentu.

"Setelah menjalani isolasi selama 14 hari, nanti pada hari terakhir kami akan lakukan pemeriksaan swab kepada 300 siswa ini untuk mengetahui apakah mereka benar positif Covid-19," katanya.

(fkh/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga