Pembatasan Selektif di 9 Kawasan Perbatasan Sumbar Diberlakukan Besok

Pembatasan Selektif di 9 Kawasan Perbatasan Sumbar Diberlakukan Besok Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit. Foto: Laila Marni

Covesia.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melakukan pembatasan selektif di kawasan perbatasan. 

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan bahwa ada sembilan titik kawasan perbatasan yang akan dilakukan pembatasan selektif tersebut.

"Pagi ini sudah dipersiapkan semua. Ada sembilan titik yang dilakukan pembatasan selektif," ujarnya di Padang, Senin (30/3/2020).

Sembilan titik kawasan perbatasan tersebut yaitu perbatasan Dharmasraya-Jambi, perbatasan Sijunjung-Riau, perbatasan Pesisir Selatan-Jambi dan Bengkulu, perbatasan Pasaman-Riau dan Sumatera Utara (Sumut). 

Kemudian, perbatasan Pasaman Barat-Sumut, perbatasan Solok Selatan-Jambi, dan perbatasan 50 Kota-Riau.

"Hari ini, kita sudah berkerja sama dengan pemerintah kabupaten atau kota setempat untuk menyiapkan petugas di lapangan," ujarnya.

Pelaksanaan pembatasan selektif akan dilakukan tim terpadu terdiri dari unsur polri, TNI, Dishub, Satpol PP dan petugas kesehatan. 

Nasrul menuturkan bahwa pembatasan selektif ini diberlakukan mulai besok tanggal 31 Maret hingga 12 April 2020.

Lebih lanjut Wagub Sumbar mengatakan bahwa setiap pendatang yang masuk ke Sumbar akan didata dan akan dikirimkan datanya ke Satgas Kabupaten dan Kota masing-masing untuk dilakukan pengawasan kesehatan.

“Kita minta seluruh pendatang dan perantau yang masuk ke Sumatera Barat mengisolasi diri selama 14 hari di rumah masing-masing. Jika terindikasi sakit, akan dikirimkan ke fasilitas kesehatan secara berjenjang,” terangnya.

Nasrul juga mengimbau agar perantau tidak pulang ke kampung halaman. Hal ini untuk kepentingan bersama.

(fkh)

Berita Terkait

Baca Juga