Mulai Akhir Maret, Akses Penumpang Keluar Masuk Mentawai Ditutup

Mulai Akhir Maret Akses Penumpang Keluar Masuk Mentawai Ditutup Suasana pelabuhan Tua Pejat, Pulau Sipora, Mentawai. Foto: Kornelia Septin Rahayu

Covesia.com - Terhitung mulai Selasa (31/3/2020), Pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai akan menutup semua akses laut, udara, dan darat bagi yang ingin keluar masuk Mentawai demi mencegah meluasnya dampak penularan virus Corona (Covid-19).

Pemda setempat tidak mengizinkan armada penerbangan perintis, kapal penumpang, kapal wisata, kapal penyeberangan, kapal perintis, speed boat (kapal jenis apapun) untuk membawa penumpang dari bandar udara maupun pelabuhan dari wilayah pesisir Sumbar ataupun dari wilayah lainnya masuk ke Mentawai hingga ada pemberitahuan lebih lanjut dari Pemda Mentawai.

Meski demikian, kapal hanya bisa membawa bahan kebutuhan pokok, BBM, atau logistik untuk penanganan dan pencegahan Covid 19.

Sementara itu, tim gugus tugas akan mengawasi semua kapal, ABK, dan barang yang masuk akan disemprot dari pelabuhan di Padang dan juga saat berlabuh di Mentawai, serta petugas kapal tidak diperbolehkan turun lalu lalang ke daratan.

Sementara itu, kapal antar pulau milik Pemda Mentawai mulai Kamis (2/4/2020) hanya akan berlayar sekali seminggu untuk tiga rute dari ujung utara, tengah, dan selatan Kepulauan Mentawai.

"Kapal antar pulau kita perketat dan hanya beroperasi sekali seminggu. Kami imbau bagi masyarakat, jika tidak ada urusan yang terlalu penting, tidak usah berangkat karena jadwal kapal dan penumpang dibatasi dan jarak antar penumpang juga dijaga,"ujar Kortanius Sabeleake, Wakil Bupati Kepulauan Mentawai, Senin (30/3/2020).

Lebih lanjut ia mengajak warga untuk melakukan isolasi diri secara mandiri di rumah, tetap jaga jarak, kebersihan, dan kesehatan.

"Tokoh masyarakat, kepala desa dan dusun pantau semua warga yang masuk atau pulang kampung ke Mentawai agar dilaporkan ke petugas kesehatan untuk memantau kondisi kesehatannya juga dilakukan penyemprotan disinfektan secara mandiri," imbaunya.

Korta menyatakan bahwa posko BPBD penanganan virus Corona siap 24 jam dan jika ada permintaan organisasi massa untuk penyemprotan disinfektan bisa disampaikan dan akan disediakan bahan materialnya untuk penyemprotan mandiri.

Kontributor: Kornelia Septin Rahayu

Berita Terkait

Baca Juga