HIPMI Kota Padang Desak Perbankan Realisasikan Kelonggaran Bayar Cicilan

HIPMI Kota Padang Desak Perbankan Realisasikan Kelonggaran Bayar Cicilan Mohammad Roxas

Covesia.com - Virus Corona sangat mempengaruhi pelaku usaha, baik itu usaha kecil, menengah dan besar. Agar perekonomian tidak terpuruk, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia  (HIPMI) Kota Padang  Mohammad Roxas meminta perbankan dan lembaga leasing memberi keputusan terkait kelonggaran dalam pembayaran cicilan kredit sesuai arahan Presiden Joko Widodo. 

"Keputusan pemerintah untuk  berdiam diri di rumah sangat berdampak terhadap roda perekonomian. Tetapi hal ini harus dilaksanakan untuk memutus mata rantai tersebarnya virus covid-19 yang melanda seluruh dunia," ungkap Mohammad Roxas kepada Covesia saat dihubungi via WhatsApp, Jumat (27/3/2020).

Lebih lanjut Roxas mengatakan bahwa HIPMI kota Padang mengapresiasi keputusan Presiden terhadap pihak perbankan, leasing dan pihak-pihak pemberi kredit lainnya. "Dimana agar pihak bersangkutan memberikan kelonggaran 1 tahun buat kewajiban," ujarnya. 

Namun demikian, Roxas menyayangkan sampai hari ini belum ada realisasinya baik di perbankan atau leasing.

"Kami sangat berharap agar segera direalisasikan, agar kami tidak bertambah panik atas kewajiban-kewajiban di perbankan dan lembaga leasing lainnya," ungkap Roxas. 

Ia menambahkan anggota HIPMI dari pelaku UMKM, rata-rata disupport kredit dari mana-mana. "Di situasi saat ini, jual beli jadi menurun, kebutuhan hidup menjadi tinggi, harga sembako perlahan mulai naik," terangnya. 

Tak hanya itu, sebentar lagi akan menghadapi bulan puasa dan lebaran, yang mana kewajiban tunjangan hari raya kepada karyawan mesti diberikan.

"HIPMI kota Padang sekali lagi meminta Pihak Perbankan dan lembaga Leasing lainnya agar segera membuat keputusan untuk situasi sekarang ini," tegasnya. 

Roxas mengimbau kepada pelaku usaha lainnya untuk tidak memanfaatkan keadaan untuk meraup keuntungan banyak." Dengan adanya keputusan perbankan dan lembaga leasing lainya yang melonggarkan kewajiban kredit, itu lebih dari cukup," tutupnya.

(ila)

Berita Terkait

Baca Juga