Warga Pasaman Berstatus ODP Bertambah Jadi 53 Orang

Warga Pasaman Berstatus ODP Bertambah Jadi 53 Orang Gugus tugas percepatan penanganan virus corona Covid-19 Kabupaten Pasaman saat melakukan pengecekan Posko Keseahatan (Foto: Heri Suamrno/ Covesia)

Covesia.com - Gugus tugas percepatan penanganan virus corona Covid-19 Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat mencatat jumlah warga setempat berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) bertambah menjadi 53 orang.

Bupati Pasaman, Yusuf Lubis melalui Koordinator Informasi Publik gugus tugas, Williyam Hutabarat kepada Covesia.com, mengatakan seluruh berstatus ODP itu merupakan warga yang baru saja pulang dari luar negeri.

"Jumlahnya warga Pasaman berstatus ODP hingga pukul 11.00 WIB tadi bertambah menjadi 53 orang. Semua warga ini memang memiliki riwayat baru pulang dari luar negeri. Sementara untuk status PDP maupun Suspect masih nihil," terang Williyam Hutabarat, Kamis (26/3/2020).

Sementara untuk status Notifikasi kata dia hingga saat ini sebanyak 661 orang.

"Status Notifikasi ini adalah orang yang datang atau masuk ke wilayah Pasaman dari luar negeri atau Propinsi lain tanpa memiliki gejala demam atau pilek. Tetapi tetap kita catat dan dilakukan pemantauan. Kami juga sudah melakukan pengecekan kesehatannya," katanya.

Pihaknya mengaku sudah menegaskan kepada warga berstatus ODP maupun Notifikasi agar melakukan isolasi diri dirumah masing-masing.

"Kemudian menjaga pola hidup sehat. Menjaga komunikasi sosial atau sosial distancing. Agar langkah ini bisa memperkecil celah penularan Covid-19," katanya.

Namun hingga saat ini kata dia belum satu pun warga berstatus ODP dirujuk ke Rumah Sakit Achmat Mochtar Bukittinggi maupun Rumah Sakit M. Djamil Padang.

"Ada beberapa orang kemarin hanya dirawat di RSUD Lubuk Sikaping saja. Kemudian usai pulih baru boleh pulang dengan status pemantauan oleh tenaga medis. Mereka juga harus mengisolasi diri 14 hari," katanya.

Pihaknya juga mengaku bakal mengecek secara rutin kesehatannya untuk mencegah masuknya virus corona ke daerah Kabupaten Pasaman.

"Kami dari Gugus Tugas kemarin sangat dipertegas dan dipantau betul bagi masyarakat Pasaman yang pulang dari luar negeri melalui Dinas Perhubungan sebagai koordinatornya. Kemudian untuk warga yang mau bepergian ke luar negeri dilarang sementara. Kecuali memang sangat urgen, itupun nanti lewat pertimbangan tim gugus tugas," tambahnya.

Ia menyebutkan gugus tugas percepatan penanganan virus corona (Covid-19) Pasaman saat ini sudah membentuk dua titik posko kesehatan di kawasan perbatasan untuk memperkecil segala kemungkinan masuknya wabah corona (Covid-19) dari Provinsi tetangga.

"Posko Kesehatan pertama berada di pinggir jalan depan Mako Polsek Rao. Tim gabungan gugus tugas percepatan penanganan virus corona (Covid-19) sudah ditempatkan disana. Posko Kesehatan ini akan melakukan pengecekan kesehatan kepada setiap pengendara maupun penumpang yang masuk dari arah Provinsi Sumatera Utara ke Kabupaten Pasaman," katanya.

Untuk Posko Kesehatan kedua kata Willyam Hutabarat berada di Rumbai, Kecamatan Mapattunggul, Kabupaten Pasaman.

"Posko Kesehatan itu tepatnya berada di Jambatan Sungai Gagak Ruas Jalan Rao menuju Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Tim gabungan yang ditugaskan disana akan memeriksa kesehatan mulai dari suhu tubuh dan gejala lainnya bagi masyarakat yang akan masuk dari Provinsi Riau ke Kabupaten Pasaman," tutupnya.

(hri)

Berita Terkait

Baca Juga