Antisipasi Penyebaran Virus, Satgas Covid-19 Perketat Pengawasan di Perbatasan Kota Padang

Antisipasi Penyebaran Virus Satgas Covid19 Perketat Pengawasan di Perbatasan Kota Padang Ilustrasi (dok.covesia.com )

Covesia.com - Satuan Gugus Tugas (Satgas) COVID-19 Kota Padang memperketat pengawasan di wilayah perbatasan Kota Padang Provinsi Sumatera Barat.

Hal tersebut sebagai upaya antisipasi dan pencegahan penyebaran COVID-19 di ibu kota provinsi ranah Minang itu.

Ketua Harian Satgas COVID-19 Kota Padang, Barlius, mengatakan bahwa ada empat titik perbatasan Kota Padang yang pengawasannya diperketat.

“Empat titik tersebut yaitu Lubuk Kilangan, Bungus lewat Gardu PLN, Lubuk Buaya, dan satu lagi di By Pass dekat Basarnas,” ujarnya saat dihubungi Covesia via telepon, Rabu (25/3/2020).

Di empat titik tersebut, tutur Barlius, petugas melakukan pengecekan suhu tubuh penumpang dan penyemprotan disinfektan kepada kendaraan yang masuk.

Dalam melakukan upaya antisipasi penyebaran virus corona bari dari Wuhan itu, Satgas berkerja sama dengan instansi lain yang ada di Kota Padang.

Secara lebih rinci, Barlius menjelaskan prosedur yang dilakukan untuk memperketat pengawasan di kawasan perbatasan.

“Mobil diberhentikan oleh polisi bersama Dinas Perhubungan. Penumpang disuruh turun Satpol PP. Mereka lalu didudukkan di kursi yang ada di tenda yang telah disediakan. Suhu mereka lalu dicek petugas dari Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Saat suhu tubuh penumpang tersebut diperiksa, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Padang akan melakukan penyemprotan cairan disinfektan kepada kendaraan. “Kolong mobil dan lantai-lantainya kita semprotkan disinfektan,” katanya.

Setelah itu, penumpang diminta untuk naik kendaraan kembali. Jika ditemukan suhu penumpang yang di atas 38 derajat celcius, lanjut Barlius, maka yang bersangkutan diminta untuk kembali ke daerahnya. “Tetapi, jika normal, silahkan melanjutkan perjalanan,” katanya.

Bukan apa-apa, hal tersebut dilakukan sebagai upaya proteksi orang yang yang masuk ke Kota Padang dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Dia menjelaskan bahwa kendaraan yang dilakukan pemeriksaan adalah kendaraan roda empat, baik bus maupun mobil pribadi.

Saat pemeriksaan, petugas juga akan menanyakan riwayat perjalanan penumpang. Jika mereka mememiliki riwayat perjalana dari wilayah yang terjangkit COVID-19, maka yang bersangkutan akan mendapatkan status sebagai Orang Dalam Pemantauan.

“Mereka akan dipantau oleh orang kesehatan, dalam hal ini Puskesmas, terkait perkembangan kesehatannya,” ujarnya.

Barlius menambahkan bahwa pemerikaan suhu tubuh dan penyemprotan disinfektan tersebut sudah dilakukan sejak kemarin. “Dilakukan selama 14 hari,” ujarnya.

(fkh/adi)

Berita Terkait

Baca Juga