Wabah Covid-19, Perbankan Malaysia Tangguhkan Pembayaran Pinjaman Hingga Enam Bulan

Wabah Covid19 Perbankan Malaysia Tangguhkan Pembayaran Pinjaman Hingga Enam Bulan Ilustrasi (pixabay)

Covesia.com - Perbankan lokal Malaysia akan menawarkan moratorium atau penangguhan pembayaran pinjaman hingga enam bulan kepada peminjam-peminjam individu dan Perusahaan Kecil Sederhana (PKS) mulai 1 April 2020.

Perdana Menteri Malaysia, Tan Sri Muhyiddin Yassin mengemukakan hal itu di Putrajaya, Rabu, usai mengadakan pertemuan dengan Kementerian Keuangan (MOF) dan Bank Negara Malaysia (BNM).

"Pemerintah pada hari ini senantiasa mendengar permintaan dan denyut nadi rakyat. Saya sadar bahawa dampak wabah COVID-19 ini bukan hanya menimbulkan keresahan dari segi kesehatan dan kesejahteraan, tetapi Perintah Kawalan Pergerakan (Partial Lockdown) ini juga menimbulkan keresahan rakyat dari segi keuangan," katanya.

Tan Sri mengatakan kegiatan ekonomi dari berbagai lapisan pengusaha, petani, nelayan, pekerja harian akan terganggu dengan penyebaran COVID-19.

"Diantara perkara utama yang menimbulkan keresahan ini ialah pembayaran balik pinjaman bank, baik dari segi peminjam sendirian maupun Perusahaan Kecil dan Sederhana (PKS) yang perniagaan mereka terdampak akibat penularan wabah ini," katanya.

Pemegang kartu kredit yang menghadapi kesulitan keuangan, ujar dia, boleh memilih untuk menukar sisa kartu kredit kepada pinjaman berjangka.

"Fleksibilitas penangguhan pembayaran balik kartu kredit ini boleh dimanfaatkan oleh peminjam dari 1 April 2020 sehingga 31 Desember 2020," katanya.

Untuk sektor korporat bisa berunding dengan bank masing-masing untuk menyusun pembayaran kembali yang sesuai dengan keadaan perniagaan mereka.

"Ini adalah penting untuk membolehkan perusahaan-perusahaan terus mampu untuk meneruskan pekerjaan dan segera meneruskan aktivitas perniagaan masing-masing," katanya.

Dia mengatakan semua langkah-langkah penangguhan pembayaran pinjaman, penyusunan sisa kartu kredit dan penstrukturan kembali pinjaman perniagaan melibatkan jumlah nilai sekurang-kurangnya RM100 miliar. 

"Ini merupakan satu jumlah yang amat bermakna, dan saya amat berterima kasih di atas keperihatinan Kementerian Keuangan, Bank Negara Malaysia (BNM) serta industri perbankan Malaysia," katanya.

(ant/adi)

Berita Terkait

Baca Juga